Tampilkan postingan dengan label arsitektur. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label arsitektur. Tampilkan semua postingan

Monumen Urban - Hell's Kitchen - Bagian 3

Bagian 2

Beton Lapis Perunggu

Agar pengunjung bisa ikut merasakan suasana mencekam lingkungan Hell's Kitchen, struktur beton bangunan dan bidang-bidang atap metalnya diberi lapisan perunggu yang dibiarkan berkarat dan berplatina. Celah-celah diantara bidang-bidang atap yang tak beraturan dibiarkan terbuka, sehingga memasukkan kondisi cuaca kedalam  bangunan. Dan, sebagian dinding dan langkan dirancang terbuat dari bidang-bidang kaca yang terpasang patah-patah dengan sambungan yang terlihat.

Miniatur Urban, Monumen Urban - Hell's Kitchen

     Melalui bentuk, materi, terang-gelap ruang, serta keterlibatan kondisi cuaca alami, monumen dirancang agar pengunjung dapat turut merasakan sejarah kerasnya kehidupan Urban di Hell's Kitchen. Namun kini, lebih penting lagi, sebagai gaya tarik yang diharapkan dapat menghidupkan kembali sbuah lingkungan yang telah "mati".

Monumen Urban - Hell's Kitchen - Bagian Kedua

Bagian 1

Transformasi Kapal Perang

     Agar menarik perhatian -- terutama pengguna jalan tol -- bentuk fisik bangunan dirancang kontras dengan suasana datar dermaga dan dinding-dinding masif deretan gudang. Mulai dari akses pencapaian monumen -- jembatan penyebrangan yang melintasi jalan tol -- sampai bentuk keseluruhan bangunan melambangkan pergolakan antara dua gaya sebagai gambaran karakter wawasan Hell's Kitchen yang penuh kekerasan. Bentuk transformasi kapal perang (alat pembunuh yang mencerminkan kekerasan) yang terkoyak-koyak oleh sirip-sirip tajam lambang kekerasan.
Miniatur Monumen, Monumen Urban - Hell's Kitchen

     Mewujudkan fungsi monumen yang bersifat edukatif, interior bangunan -- terdiri dari satu level, mezanin dan dekat permukaan air -- diusulkan sebagai galeri berisi karya seni, antara lain seni fotografi dilatari penjelasan audio yang menceritakan tentang sejarah Hell's Kitchen.

Monumen Urban - Hell's Kitchen - Bagian 1

     Untuk meraih gelar master arsitektur, arsitek Ilmansyah Iskandarsyah memiliki proyek yang secara optimistik percaya bahwa arsitektur dapat membentuk bukan saja tampilan fisik kota tetapi juga menentukan nasib lingkungan di sekitarnya. Monumen berpanampilan artistik yang mengingatkan pengamat pada sejarah dan korban Hell's Kitchen -- salah satu kawasan terkumuh Manhattan, New York -- , lingkungan yang kini telah mati. Kehadiran monumen ini, yang akan menghadirkan skala dan interaksi manusiawi, diharapkan dapat menghidupkan kembali aktivitas kawasan dermaga di tepi Sungai Hudson ini.
Sketsa dan Desain, Monumen Urban - Hell's Kitchen

Menghubungkan dan Menghidupkan Kembali. 

     "Mati"nya lingkungan Hell's Kitchen diakibatkan oleh kehadiran west side highway yang memotong area pergudangan dermaga Sungai Hudson dan menciptakan sebuah "dinding" nirwujud. "Dinding" tersebut mengisolasi serta memutuskan hubungan kawasan dermaga dengan kegiatan kota yang lain. Oleh karena itu, jika ingin menghidupkan kembali kawasan ini, dibutuhkan sebuah proyek menarik yang mampu mengundang kembali aktivitas masyarakat di sana.

     Didukung oleh sifat masyarakat Manhattan yang sangat mengapresiasi sejarah dan seni, serta terdapat banyak sekolah menengah di lingkungan sekitar, maka arsitek akhirnya menetapkan bangunan yang paling cocok adalah monumen. Sebuah monumen untuk mengenang para "pahlawan" urban yang sehari-hari harus menghadapi keganasan lingkungan Hell's Kitchen. Monumen ini bersifat edukatif, sarat makna sejarah, dan terekspresi secara artistik.

Rumah Hemat dan Fleksibel - Bagian 4

Bagian 3

Pencahayaan dan Penghawaan Alami

     Untuk memasukkan cahaya dan udara semaksimal mungkin, hampir semua ruang memiliki pintu dan jendela di dua atau tiga bidang dindingnya. Jendela- jendela dibuat berukuran sebesar pintu dan semua sisi bangunan pun diberi jarak/tidak menempel pada dinding pembatas sehingga pencahayaan dan sirkulasi udara alami dapat dengan mudah masuk. Namun, untuk menghadapai kemungkinan penghuni ingin menggunakan penyejuk udara (ac), jendela-jendela dilengkapi dengan daun jendela krepyak di sisi luar dan daun jendela bening di sisi dalam.

Rumah Minimalis - Hemat dan Fleksibel

     Ternyata dengan mengutamakan penggunaan materi murah dan mengusahakan kemudahan serta penghematan segi pemeliharaannya, arsitek dapat tetap mengembangkan desain secara maksimal. Desain yang menghasilkan karya arsitektur yang hemat biaya dan optimal memanfaatkan cahaya, serta udara alami.

Rumah Hemat dan Fleksibel - Bagian 3

Bagian 2

Tata Ruang Fleksibel

     Untuk mendapatkan penataan ruang yang sefleksibel mungkin, ruang-ruang dirancang tanpa spesifikasi fungsi tertentu, kecuali untuk ruang tidur. Hal ini dilakukan agar penghuni kelak mudah mengatur sendiri penggunaan masing-masing ruang.

     Mengantisipasi kebutuhan privasi tinggi bagi penghuni, bangunan utama sengaja dipisahkan dari bangunan servis, tetapi tetap dihubungkan oleh selasar. Selasar penghubung yang cukup luas ini kedua sisinya terbuka sehingga dapat pula dimanfaatkan sebagai area pesta.

Rumah Hemat dan Fleksibel

Materi Murah dan Mudah Dirawat

     Konsep dasar penilihan materi bangunan adalah yang murah dan mudah pemeliharaanya, sehingga hemat biaya pembangunan dan perawatan. Mulai dari materi lantai yang menggunakan keramik warna putih krem ukuran 30x30cm, kusen-kusen dari kayu merbau, hingga daun pintu dan jendela dari kayu nyatoh, semua memanfatkan materi lokal.

     Sebagian besar permukaan dinding luar maupun dalam diberi penyelesaian kamprot tekstur kasar yang kemudian dicat warna abu-abu tua.Hal ini dilakukan untuk menghemat biaya pembangunan -- dinding kamprot lebih murah bila dibandingkan dinding yang diaci halus -- serta membuat dinding "anti kotor" (dinding tidak disandari dan cepat kotor).

Rumah Hemat dan Fleksibel - Bagian 2

Bagian 1

Kolam Renang Sebagai Pusat Orientasi

     Dibangun di atas lahan seluas 550 meter persegi, secara garis besar rumah terdiri dari massa bangunan induk, massa bangunan servis, dan sebuah gazebo. Ketiga bangunan -- berluas total sekitar 360 meter persegi -- ditata mengelilingi kolam renang yang menjadi pusat orientasi hunian. Untuk menjaga privasi area kolam renang yang terletak di halaman depan, selain dibatasi pagar tembok, seluruh lahan pun ditinggikan lebih dari 1 meter.

Kolam Renang Sebagai Pusat Orientasi - Rumah Hemat dan Fleksibel
     
     Pintu masuk utama hunian langsung mebuka ke area kolam renang, tampil informal seperti pintu taman. Didesain berupa kisi-kisi kotak, pintu ini terbuat dari bilah-bilah kayu nyatoh yang diberi penyelesaian tahan cuaca.

Rumah Hemat dan Fleksibel - Bagian 1

     Sejak awal, rumah ini direncanakan untuk disewakan kepada orang asing, tetapi tanpa menutup kemungkinan kelak digunakan oleh pemilik sendiri. Dengan dasar pemikiran tersebut, Hon E. Suwarno, sang arsetek merancang sebuah hunian dengan konsep penataan ruang yang fleksibel tanpa menetapkan spesifikasi fungsi setiap ruang.

Blueprint rumah (denah), Rumah Hemat dan Fleksibel
Klik untuk memperbesar gambar
     
     Terletak di Jakarta selatan, rumah tersebut benar-benar berfungsi sebagai tempat beristirahat dari kesibukan shari-hari kota metropolitan. Oleh karena itu, hunian dibuat sealamiah mungkin dengan mengutamakan gaya hidup outdoor living. Materi dipilih yang alami, dan bangunan dirancang agar semaksimal mungkin memanfaatkan sistem pengcahayaan dan penghawaan alamiah. Konsep desain penting lainnya, adalah bahwa rumah ingin dibangun dan dipelihara dengan biaya sehemat mungkin, tetapi tanpa mengurangi kualitasnya.

Taqim dalam Kosmologi Manusia Seni - Bagian 5

Bagian 4

     Di Kudus, kita mengenal Noor Taqim. Seniman kelahiran 3 Juni 1958 ini telah menunjukkan ke masyarakat bahwa ia memiliki banyak tangan dan aneka keterampilan. Ia membuat keramik, megolah tembaga, membentuk patung, memahat kayu, melukis, merancang arsitektur, membuat gambar-gambar desain. Ia acap disebut seniman, kadang-kadang dianggap perajin, di lain waktu dicap tukang. Namun ia tak peduli, Justru yang peduli para penikmat karya-karyanya. Dari sejumlah pameran yang dilakukan, hampir semua komentar yang muncul berisi pujian, bahwa Taqim adalah perupa yang sama sekali tak boleh dilupakan. Dari semangat, etos kerja, daya artistik, kemahiran, progresi wawasan, keluasan jangkauan seni, keragaman jenis ciptaan, serta keanekaan minatnya. Juga dari keberadaanya menjebol mitos spesialisasi seni yang selama ini sangat dipercayai banyak orang. Serta kecepatannya dalam mendahului gagasan Menteri Kebudayaan RI mengenai industri budaya. Karena Taqim diam-diam telah jauh hari melakukannya.

Koleksi KeramikTaqim Berkilau - Kosmologi Manusia Seni

     Dari situ lalu terbersit asumsi : Bukankah seniman yang seperti Taqim ini yang disebut adimanusia dalam kosmologi Jawa? Bukankah orang yang berketerampilan bagi Taqim ini yang ditinggikan oleh peradaban, seperti yang ditulis oleh sejarah?

     Begitulah. Bersitan asumsi itu menjadi cahaya apabila Taqim dapat terus meningkatkan kualitas seni dan daya kerjanya. Taqim, yang telah beberapa kali pameran tunggal besar-besaran di Jakarta adalah aset seni budaya yang amat langka. Meskipun apa yang dikerjakannya belum tentu maksimal. Lantaran ia terus berproses.

Taqim dalam Kosmologi Manusia Seni - Bagian 4

Bagian 3

     Namun, yang lebih tinggi dari semua itu, orang sanggup mengerjakan sejumlah sektor seni rupa sekaligus. Dari seni lukis, seni ukir, seni keramik, seni tulis indah, dan seni patung. Neraca sosial kita seperti menimbang bahwa barang siapa sanggup melakukan keberbagaian itu sekaligus dalam hidupnya, ia adalah adimanusia.

Koleksi Keramik Taqim - Kosmologi Manusia Seni

     Di Bali orang yang seperti itu telah muncul, dan ia bernama I Gusti Nyoman Lempad. Selain dikenal sebagai pelukis, ia juga ternama sebagai arsitek tradisional Bali, pembuat bade (menara ngaben), pemahat patung batu, pengukir kayu, dan pembuat topeng. Ketika ia meninggal tahun 1978, dalam usia 129 tahun, orang Bali dan bahkan pencipta budaya seluruh dunia menghadiri acara pengabenannya dengan sangat takzim. Bahkan, dalam upacara pembakaran jenasah di Ubud, hadir Paloma, anak pelukis masyhur Pablo Picasso. Di situ Paloma berkata bahwa, upacara kematian Lempad lebih besar dari upacara kematian Picasso, yang dianggap perupa besar di abad 20.

Taqim dalam Kosmologi Manusia Seni - Bagian 3

Bagain 2

     Seniman perupa memang dihargai luar biasa. Di Eropa hal tersebut diperlihatkan jelas lewat pengabdian makam-makam seniman di tempat-tempat yang amat terhormat. Di Florence, Italia, kuburan pematung, arsitek, dan pelukis era Renaisans dikumpulkan di sejumlah kuil ato basilika. Dan diagungkan lewat bangunan makam yang sangat artistik dan monumental, untuk dipertontonkan kepada masyarakat Dunia sepanjang masa. Di gereja Santa Croce misalnya, dibangun monumen makam Michaelangelo, yang dikerjakan oleh perupa tersohor Giorgio Vasari.

Lukisan Taqim, Kosmologi Manusia Seni

     Di Indonesia, eksistensi perupa tak kalah ditonjolkan. Masyarakat Jawa yang mendefinisikan seni sebagai "yang halus-halus". Dan yang halus, dalam falsafah Jawa adalah adiluhung, tinggi, dan santun. Dengan begitu, layak untuk dihargai. Oleh karena itu, pencipta seni adalah sosok halus yang pantas ditingikan. Seseorang yang menciptakan kerajinan keris dengan perfeksi luk serta pamor istimewa serta dengan kelembutan citrasa, akan dianggap sebagai Empu. Seorang pemahat gebyok yang mahir sehingga sanggup menghasilkan motif dan ukiran yang rinci dan luwes luar biasa, akan disebut Maestro. Begitu pula penyungging wayang kulit yang piawai, pelukis kaca yang teliti dan kaya inspirasi. Mereka terdudukkan sebagai warga negara utama. Raden Saleh yang notabene mewarisi semangat seni lukis dari Belanda, teragungkan sebagai pangeran yang melegenda. Ia amat dihormati sebagai bukan lelaki biasa.

Taqim dalam Kosmologi Manusia Seni - Bagian 2

Bagian 1

     Jadi kurun sebelum Dinasti Song, bangsa Mesir juga sudah meletakkan perajin, arsitek, pendesain, penggambar, pemahat, pematung sebagai warga negara terkemuka. Kerena sesungguhnya, itulah yang kemudian membuat sejarah memiliki catatan kebudayaan  yang diukirkan lewat prestasi-prestasi seni konkrit atau seni rupa dalam bentuk bangunan atau art work sebuah bangunan. Hal itu terbukti lewat alokasi dan pengagungan makam-makam akbar yang ada di Luxor, kota gurun pasir 600 km sebelah selatan Kairo. Di lembah-lembah tanah yang terik itu, terdapat apa yang disebut para peneliti Barat sebagai Valley of the Artisan. Inilah lembah tempat makam perupa-perupa hebat bangsa Mesir sibuan tahun silam, seperti Inherka, Ipuy, Sennedjen. Makam-makam ini, sampai berpuluh abad, menjadi kunjungan orang sedunia. Seperti makam para ratu di Valley of the Queens. Makam para bangsawan di Valley of the Nobles. Dan selayak makam Raja Ramses,makam Raja Tutankhamun, makam Raja Horemheb yang terlokasi di Valley of the Kings.

Taqim - Kosmologi Manusia Seni

     Fenomena itu menular ke pemikiran  bangsa Yunani, yang menghormati perupa (selain sastrawan dan filosof) sebagai makhluk terdepan. Bahkan, di sana kemudian ada Dewa Aphrodite yang dijunjung sebagai Dewa kesenian. Seperti halnya di Bali, Yang mengangkat keluhuran seni dan seniman lewat sosok Dewi Sarawati.

Taqim dalam Kosmologi Manusia Seni - Bagian 1

     Sejarah menulis : martabat manusia yang harus "ditinggikan" di dunia ini di antaranya orang-orang yang memiliki keterampilan tangan untuk memanifestasikan gagasan-gagasan. Manusia-manusia inilah yang kemudian dianggap sanggup memberikan wujud fisik atau "prasasti konkrit" mengenai peradaban yang sedang ditempuh, atau kebudayaan yang sedang dijalani.

Piring Perunggu karya Taqim - Kosmologi Manusia Seni

     Di Cina hal itu sangat tertampakkan. Pada zaman Dinasti Song (960-1279) Kaisar Huizong sangat menekankan hal itu pada masyarakatnya. Ia pun kemudian bertitah, bahwa rakyat yang bisa melukis, menulis kaligrafi, dan membuat syair, adalah warga negara kelas utama. Untuk itu sang Kaisar lalu acap membuat lomba, yang tujuannya mengasah rasa, agar rakyatnya menjelma menjadi masyarakat seni. Kaisar Huizong pun mendirikan Akademi Seni Kerajaan yang menyatukan Aliran Utara dan Aliran Selatan.


Desain Kreatif - Kriya Seng

Kendala sulit mencari pernik interior yang tepat seringkali dialami Suyin, seorang desainer interior, ketika menata interior. Meski demikian, hal ini tidak menghalangi daya kreasinya untuk mengembangkan produk kriya yang baru. Seperti di saat hendak menata kediaman bergaya mediterania, ia justru terinspirasi untuk memanfaatkan ragam perangkat dapur sederhana bermateri seng -- seperti ember, penyiram tanaman, kukusan dan loyang -- hingga menjadi elemen interior karya warna.
     Sebagai alternatif elemen interior yang unik, Anda pu dapat mencoba membuat sendiri aneka pernik interior ini. Langkah-langkah berikut dapat Anda ikuti untuk membuatnya :
Desain Kreatif - Kriya Seng
Pembuatan Pigura dari Loyang :
·   Bentuk Loyang. Pilihlah bentuk loyang -- seperti persegi panjang, bulat, atau hati -- yang sesuai selera Anda.
·   Cat Dasar. Bersihkan loyang lebih dahulu, kemudian disikat dan diamplas, dan lantas diberi cat tembok sebagai cat dasar. Selanjutnya, diberi coating agar cat tidak mudah luntur.
Pemasangan Gambar.
·   Gambar bisa diambil dari majalah, postcard,kalender, atau hasil lukisan sendiri.
·   Tempellah lebih dulu gambar di atas kertas karton tebal atau soft board sebagai alas. Selanjutnya lapisi gambar tersebut dengan akrilik agar gambar tak luntur jika terkena air. Lubangi keempat sudutnya, kemudian tempel gambar pada loyang yang telah dilubangi dengan baut.
·   Gunakan jenis baut kuping sebagai sekrup agar sekaligus dapat dijadikan unsur dekoratif.

Perangkat Dapur Bermateri Seng Lainnya (ember, sarana penyiram taman, dan kukusan) :
·   Cat Dasar. Seperti halnya pigura dari loyang, bersihkan perangkat dapur terlebih dahulu, kemudian disikat atau diamplas, dan selanjutnya diberi cat tembok sebagai cat dasar.
·   Aksen Gambar. Bisa dibuat dengan stiker, sablon, atau dilukis sendiri dengan cat akrilik langsung di atas perangkat dapur tersebut (dapat juga diaplikasikan pada pigura loyang),
·   Penyelesaian. Agar cat tidak mudah luntur, lapisi dengan coating.
·   Warna. Untuk berhemat (baik pada pembuatan pigura, loyang, dan perangkat dapur lainnya), Anda hanya perlu membeli lima warna primer, seperti merah, biru, kuning, hitam, dan putih. Sebagai contoh, warna ungu bisa dihasilkan dari percampuran merah dan biru.

DESAIN TAMAN MULTIFUNGSI - BAGIAN 4 - ILUMINASI TAMAN


ILUMINASI TAMAN.
Keindahan pemandangan taman pada waktu siang hari tak kalah mempesona dibandingkan saat malam hari. Daya tarik taman di saat petang tercipta antara lain oleh bias cahaya lampu sorot pada hampir setiap pohon, serta bias cahay lampu -- tertanam pada dinding sisi tangga -- yang menerangi tangga.
DESAIN TAMAN MULTIFUNGSI. Desainlah taman anda hingga jadi nyaman dan Multifungsi.
     Dengan memanfaatkan potensi lahan dan lingkungan secara maksimal ke dalam desain taman yang kreatif, area luar dapat difungsikan secara optimal, sehingga menghadirkan bukan saja keindahan taman bergaya Bali, tetapi juga area untuk berolahraga yang nyaman.

DESAIN TAMAN MULTIFUNGSI - BAGIAN 3 - MATERI ALAM.


MATERI ALAM.
Suasana alami halaman ini tercermin pula dari pilihan materi yang digunakan. Tangga menuju area kolam renag terbuat dari batu candi, sedangkan lantai pengerasan dan pedestal guci di tepi kolam renang memanfaatkan batu palimanan. Dinding rendah pembatas lereng halaman dilapisi batu pecah dan lempengan batu cani buatan. Dinding rendah yang juga berfungsi sebagai tempat duduk ini, dibuat melengkung mengikuti denah area sekitar kolam renang, memberi kesan dinamis dan lebih alami.
DESAIN TAMAN MULTIFUNGSI. Desainlah taman anda hingga jadi nyaman dan Multifungsi.
     Upaya menyatukan panorama padang golf ke dalam area taman dilakukan dengan menghadirkan pagar belakang yang rendah -- sekitar 60 cm -- yang juga terbuat dari lempengan batu candi buatan.

DESAIN TAMAN MULTIFUNGSI - BAGIAN 2 - TAMAN GAYA BALI.


Mengelilingi kolam renang berukuran 5x10 meter, hadir berbagai tanaman tropis dalam penataan bergaya Bali. Gaya ini dipertegas oleh kehadiran tanaman khas Pulau Dewata seperti pohon-pohon kamboja putih dan kuning, serta jajaran pohon kembang sepatu gantung yang menutupi kedua dindin g samping halaman.
DESAIN TAMAN MULTIFUNGSI
     Selain pepohonan, permukaan lereng dan bats pengerasan area kolam renangpun ditanami berbagai tumbuhan tropis, diantarany pisang-pisangan dan dendron(di kiri kanan tangga). Dibiarkan tumbuh berkesan liar, secara keseluruhan desain taman menonjilkan kerimbunan ciri khas tanaman alam tropis.

DESAIN TAMAN MULTIFUNGSI - BAGIAN 1 - PEMANFAATAN POTENSI LAHAN.


     Bentuk lahan memanjang yang berkontur menurun ke arah padang golf di samping tapak, dimanfaatkan pemilik secara maksimal. Pemanfaatan potensi lingkungan tersebut dipadu dengan kepekaan menata area luar aktifmaupun pasif menjadikan halaman rumah multifungsi. Sebuah tempat untuk berelaksasi, berolahraga, atau menyelenggarakan pesta taman di lingkup kehijauan tanaman tropis.

PEMANFAATAN POTENSI LAHAN.
Kontur menurun halaman samping, yang dibatasi aliran sungai dan padang golf, dimanfaatkan secara maksimal oleh pemilik dalam menetapkan fungsi dan rancangan lanskap tapak. Pada posisi tertinggi halaman dibuat area duduk terbuka -- dilindungi kerimbunan pohon rambutan -- sebagai tempat menikmati pemandangan. Bidang lantai area ini sekaligus berfungsi sebagai atap ruang kebugaran yang ada di bawahnya dan langsung membuka ke area kolam renang.
DESAIN TAMAN MULTIFUNGSI
     Terletak sekitar tiga setengah meter lebih rendah dari area duduk, area kolam renang bersifat lebih privat (karena tak langsung terlihat dari rumah). Di salah satu sudut area ini hadir sebuah menara kul-kul  (kentongan Bali). Lantai bawah menara tersebut dilengkapi dengan perangkat bar yang dapat digunakan saat pesta, sedangkan lantai atas menjadi tempat ideal untuk memandang keindahan lingkungan sekitar.

Kekuatan Karya Lukis Hoo Kim Hong - Bagian Kedua

MENONJOLKAN OBJEK UTAMA
            Kehidupan dan tradisi masyarakat Bali dengan sentuhan nilai-nilai religius. Merupakan objek utama yang sering diangkat  Kim Hong dalam berkarya. Detail objek tersebuty ditampilkannya secara persis dengan kondisi aslinya. Bila melukis figur, ia menyajikannya dalam koposisi yang seimbang da volumetris.
            Warna –warna tertentu dan khas yang muncul dari pegunugan cat air diatas kampas, menjadi ciri khas lain yang terlihat pada karya Kim Hong. Objek utamanya disajikan dengan warna-warna kuat. Sedangkan latar belakang dibuat dilepas dengan warna kabur sehingga objek utamanya sangaty menonjol sekalihus menjadi kekuatan penting pada karyannyajika dimologikan dengan dunia fotografi latang belakang yang demikian dapat diperoleh melalui pembesaran diafragma.
Lukisan - Merangkai Bunga 2 - 1993 - Hoo Kim Hong
            Kekuatan warna komposisi dan detail objek yang sangat terperinci menyebabkan penggemar dan kritikus seni Sudarmaji mengelompokkan Kim Hong ke dalam jajaran pelukis aliaran realis. “Jika diperhatikan lebih jauh, bahkan kita dapat pula memasukan karya itu ke dalam aliran super realis” tutur sudarmadji.
Lukisan - Persiapan Menari - 1994 - Hoo Kim Hong
              Super realis, acapkali juga disebut hiper realis atau realis, merupakan aliran yang muncul di Amerika Serikat antara tahun 1960-1970. Di Indonesia memang terlihat seniman beraliran raelis. Karena mereka telah memiliki kemampuan dan ketelitian ektra dalam berkarya. Kmpuan yang demikian selain Kim Hong, dimiliki oleh pelukis  Hamsyah dan M Pramono.
Lukisan - Merangkai Bunga 1 - 1995 - Hoo Kim Hong
Keterampilan Hoo Kim Hong dalm meluikis diperoleh berkat bimbingan pelukis Doho Senjoyo. Dengan memakai cat air dan kuas, ia menyajikan figur sebagi objek utama secara terperinci disertai latar belakang yang kabur sehingga objek tersebut sangat menonjol dan memiliki kekuatan.

Kekuatan Karya Lukis Hoo Kim Hong - Bagian Pertama

Di kalangan seniman, khususnya pclukis beraliran realis, beredar pendapat bahwa keindahan lukisan tak hanya tampil dari objek berupa wanita cantik dan pemandangan indah, tetapi juga dapat berasal dari pemandngan Sungai Ciliwung yang kotor atau pekerja kasar yang tengah bergelut dengan sampah.  "Sumber keindahan itu sebenarnya lebih berpangkal pada kejujuran senimannya demikian anggapan yang antara lain dikemukakan oleh S. Sodjono bapak seni lukis modern Indonesia, sebagai kritik  terhadap pendapat yang menyebutkan bahwa pelukis harus tetap dan slalu menciptakan keindahan bagi mata dan hati pemerhatian ditengah  kodisi Dunia bagaimanapun . pendapat ini antara lain dimana dipegang oleh pelukis Basuki Abdullah yang selalu menampilkan obyek berupa wanita cantik dan pemandangan alam yang indah.
Hoo Kim Hong
Oleh karena itu, Hoo Kim Hong pelukis kelaihran Bali yang kini menetap di Surabaya menggabugkan dua pendapat tersebut di atas untuk menghasilkan karya terbaik. la berusaha mengembalikan seni lukis kepada citra awalnya kepada dasar-dasar keindahan mata dan hati dengan tetap menampilkan objek secara jujur.
Lukisan - Berhias - 1995 - Hoo Kim Hong

Lukisan - Gadis Bali - 1994 - Hoo Kim Hong

Kamar Solek - Bagian Kedua (Nuansa Pedesaan)



Keempat ruang perawatan, masing-masing menghadirkan karakter interior maupun arsitektur sesuai dengan fungsinya. WAROENG DJAMOE yang idenya muncul dari warung-warung jamu di kota Denpasar tahun 1930-an, memiliki gaya arsitektur Bali dengan tiang saka kayu yang berumpak. Atapnya berilalang dengan bambu sebagai penopang maupun pengikatnya, dengan luas 4.85 m x 3.95 m, bangunan yang berlokasi tak jauh dari lobi hotel menjadi pusat/sentral dari seluruh kegiatan perawatan tradisional ini. Dilengkapi seperangkat meja kursi gaya kampung, para tamu mendapat tuntunan khasiat reramuan yang akan dipakai di KAMAR SOLEK maupun kamar-kamar perawatan lainnya.

     Tak jauh dari WAROENG DJAMOE, sebuah bilik mungil berkharisma yan dahulu merupakan tempat peraduan Pembesar Raja dari Sumenep (Madura) dua abad lalu, hadir diantara kolam lotus dan rerimbunan taman hotel bergaya Bali. Sulur ukir yang menghias setiap elemen bangunan kamar memendarkan warna perada emas murni.

     KAMAR SOLEK yang difungsikan sebagai ruang perawatan muka menghadirkan sentuhan gaya interior khas pedesaan. Dua buah kursi bambu tua, dua buah cermin khas dari sebuah desa, westafel kuno, serta papan reklame produk kecantikan tahun 1950-an hadir menjadi elemen dekoratif kamar untuk perawatan muka serta bersolek para tamu hotel.

Kamar Solek - Bagian Kedua (Nuansa Pedesaan)
     Di tengah kesunyian desa Canggu dan di tengah deru ombak Samudera Indonesia, alunan gamelan tradisional gerantang (gamelan dari bambu) lembut membuai para tamu yang sedang berelaksasi. Suatu kebanggaan tersendiri, bila sebuah hotel berbintang berhasil menyuguhkan nilai budaya tradisional warisan moyang kita kepada para tamu mancanegara.