Tampilkan postingan dengan label monumen. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label monumen. Tampilkan semua postingan

Monumen Urban - Hell's Kitchen - Bagian 3

Bagian 2

Beton Lapis Perunggu

Agar pengunjung bisa ikut merasakan suasana mencekam lingkungan Hell's Kitchen, struktur beton bangunan dan bidang-bidang atap metalnya diberi lapisan perunggu yang dibiarkan berkarat dan berplatina. Celah-celah diantara bidang-bidang atap yang tak beraturan dibiarkan terbuka, sehingga memasukkan kondisi cuaca kedalam  bangunan. Dan, sebagian dinding dan langkan dirancang terbuat dari bidang-bidang kaca yang terpasang patah-patah dengan sambungan yang terlihat.

Miniatur Urban, Monumen Urban - Hell's Kitchen

     Melalui bentuk, materi, terang-gelap ruang, serta keterlibatan kondisi cuaca alami, monumen dirancang agar pengunjung dapat turut merasakan sejarah kerasnya kehidupan Urban di Hell's Kitchen. Namun kini, lebih penting lagi, sebagai gaya tarik yang diharapkan dapat menghidupkan kembali sbuah lingkungan yang telah "mati".

Monumen Urban - Hell's Kitchen - Bagian Kedua

Bagian 1

Transformasi Kapal Perang

     Agar menarik perhatian -- terutama pengguna jalan tol -- bentuk fisik bangunan dirancang kontras dengan suasana datar dermaga dan dinding-dinding masif deretan gudang. Mulai dari akses pencapaian monumen -- jembatan penyebrangan yang melintasi jalan tol -- sampai bentuk keseluruhan bangunan melambangkan pergolakan antara dua gaya sebagai gambaran karakter wawasan Hell's Kitchen yang penuh kekerasan. Bentuk transformasi kapal perang (alat pembunuh yang mencerminkan kekerasan) yang terkoyak-koyak oleh sirip-sirip tajam lambang kekerasan.
Miniatur Monumen, Monumen Urban - Hell's Kitchen

     Mewujudkan fungsi monumen yang bersifat edukatif, interior bangunan -- terdiri dari satu level, mezanin dan dekat permukaan air -- diusulkan sebagai galeri berisi karya seni, antara lain seni fotografi dilatari penjelasan audio yang menceritakan tentang sejarah Hell's Kitchen.

Monumen Urban - Hell's Kitchen - Bagian 1

     Untuk meraih gelar master arsitektur, arsitek Ilmansyah Iskandarsyah memiliki proyek yang secara optimistik percaya bahwa arsitektur dapat membentuk bukan saja tampilan fisik kota tetapi juga menentukan nasib lingkungan di sekitarnya. Monumen berpanampilan artistik yang mengingatkan pengamat pada sejarah dan korban Hell's Kitchen -- salah satu kawasan terkumuh Manhattan, New York -- , lingkungan yang kini telah mati. Kehadiran monumen ini, yang akan menghadirkan skala dan interaksi manusiawi, diharapkan dapat menghidupkan kembali aktivitas kawasan dermaga di tepi Sungai Hudson ini.
Sketsa dan Desain, Monumen Urban - Hell's Kitchen

Menghubungkan dan Menghidupkan Kembali. 

     "Mati"nya lingkungan Hell's Kitchen diakibatkan oleh kehadiran west side highway yang memotong area pergudangan dermaga Sungai Hudson dan menciptakan sebuah "dinding" nirwujud. "Dinding" tersebut mengisolasi serta memutuskan hubungan kawasan dermaga dengan kegiatan kota yang lain. Oleh karena itu, jika ingin menghidupkan kembali kawasan ini, dibutuhkan sebuah proyek menarik yang mampu mengundang kembali aktivitas masyarakat di sana.

     Didukung oleh sifat masyarakat Manhattan yang sangat mengapresiasi sejarah dan seni, serta terdapat banyak sekolah menengah di lingkungan sekitar, maka arsitek akhirnya menetapkan bangunan yang paling cocok adalah monumen. Sebuah monumen untuk mengenang para "pahlawan" urban yang sehari-hari harus menghadapi keganasan lingkungan Hell's Kitchen. Monumen ini bersifat edukatif, sarat makna sejarah, dan terekspresi secara artistik.