Tampilkan postingan dengan label properti. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label properti. Tampilkan semua postingan

RUMAH BUJANGAN GAYA APARTEMEN - BAGIAN 3


ATRAKTIF. Kejelian mengekspresikan imaji untuk menciptakan atmosfer berbeda pada setiap ruang menjadi pertimbangan prima. Berbeda dengan ruang ganti, area makan yang menyatu dengan penanggah terasa sangat atraktif. Tampilan jiwa mudanya lahir melalui nuansa hijau pastel pada salah satu bidang dinding diantara warna-warna krem lainnya. Furnitur yang dihadirkan begitu ringan, mengingatkan pada kursi-kursi kedai pada zaman dulu. Dengan daun meja bermateri mozaik, area ini nyata memiliki warna interior simpel serta dinamis.
RUMAH BUJANGAN GAYA APARTEMEN

     Sebuah rumah adalah cermin dan karakter penghuninya. Meski tak begitu luas dan bukan rumah pribadi, rumah ini terasa memiliki pendaran jiwa sang pemilik. Sentuhan gaya oriental Cina dengan penataan interior yang praktis dan fungsional, rumah mungil sang desainer ini layak disebut rumah gaya apartemen.
RUMAH BUJANGAN GAYA APARTEMEN

RUMAH BUJANGAN GAYA APARTEMEN - BAGIAN 2


     Agar tidak terjebak dalam kemonotonan satu gaya, ia pun menghadirkan pula elmen penunjang interior lainnya dari Indonesia yang berupa litografi bangunan bersajarah kota Jakarta. Kemudian, dari Cirebon berupa lemari pakaian. Gaya Semarang-an berupa lemari makan. Dan, dari Bali berupa beberapa patung serta meja altar panjang. Seluruh elemen ini masih pula dipadukan kembali dengan elemen penunjang interior dari mancanegara, seperti Filipina, Amerika, dan Australia.
RUMAH BUJANGAN GAYA APARTEMEN

ANTIK. Ruang tidur utama yang dipisahkan dengan ruang ganti pakaian memperlihatkan karakter yang begitu simpel dan yang bersentuhan oriental. Penempatan sepasang tempat lilin berbentuk pilar menjadi aksen manis diatas lemari Cina yang telah dimodifikasi sebagai credenza samping (kiri-kanan) tempat tidur. Dengan gaya penataan interior yang hangat serta aroma terapi dari lilin yang kadang dinyalakan, pria muda ini merasa sangat nyaman di ruang tidurnya.
RUMAH BUJANGAN GAYA APARTEMEN

     Karena fungsinya yang beragam -- sebagai penyimpanan pakaian, penyimpanan sarana hobi, aksesori, serta beberapa koleksi benda antik -- ruang ganti pakaian ini bisa disebut juga ruang serbaguna. Dan, melalui penataan furnitur antik dengan seluruh aksesori koleksinya, ruang ganti justru melahirkan sentuhan etnik yang antik.

Hotel di Kehijauan Hutan Tropis - Bagian Keempat


Bar hotel di puncak tangga ganda, dihiasi patung­patung Komoro yang memperkaya pemandangan lanskap dari arah jendela. (bawah)

suku Komoro dan Asmat yang mengasimi­lasikan bangunan dengan budaya lokal jelas menambah keistimewaannya di samping tata letak bangunan yang menyusup ke hutan.  Berbagai ukiran mulai dari pernik mungil hingga patung berukuran tiga meter terdapat pada area bar dan halaman masuk.
Tipikal rumah lrian memang tidak terda­pat dalam arsitektur hotel bergaya tropis yang didesain simpel klasik berdasarkan kondisi alam dan ketersediaan materi.
Cool. Hotel di Kehijauan Hutan TropisWood, Hotel di Kehijauan Hutan Tropis
Di tepi kolam renang yang menyerupai laguna, sosok rumah lrian hadir dalam fungsinya sebagai bar.
 Hotel di Kehijauan Hutan TropisHotel di Kehijauan Hutan Tropis
Hotel di Kehijauan Hutan Tropis
Namun, di tepi kolam renang yang menye­rupai laguna, sosok rumah lrian hadir dalam fungsinya sebagai bar,
Sebuah museum bernama lrian Jaya Room di dalam hotel dibangun untuk menghormati penduduk lokal serta budaya mereka.  Sarana video digunakan untuk me­nampiikan sejarah natural dan kultural yang dipertunjukkan dalam format besar.  Reser­vas alam dan budaya lokai memang tetap mer)lad tujuar hotel yang pembangunan nya berlangsung pada 1992 h ngga 1994.  Rebo sas hutan pun menjadi salah satu program d dalam proses pengembangan arsitektur berwawasan lingkungan ini

Hotel di Kehijauan Hutan Tropis - Bagian Ketiga


TROPIS ETNIK
Desain penginapan bergaya tropis yang luasnya mencapai 10.000 meter persegi, dibangun di atas lahan seluas kurang lebih 5 hektare dengan menggunakan materi alam,dalam negeri, seperti kayu merbau asal lrian Jaya untuk sambungan (trim) dan lantai, serta kayu sungkai dari Sumatra untuk pintu-pintu dan furnitur.  Perangkat interior yang mengangkat elemen etnik, seperti lukisan, tekstil, artefak, dan ornamen antik tidak saja diambil dari kekayaan seni penduduk sekitar, tetapi juga dari seluruh kawasan Indonesia.
Hotel di Kehijauan Hutan Tropis
Marry Ann Murphy yang bertanggung jawab dalam hal pengisian kriya memberi sentuhan khusus dalam mondekorasi kamar tidur yang berjumiah 84 buah.  Setiap kamar dihiasi tekstil tradisional dari wilayah berbeda sehingga karakter yang timbul pun memiliki keunikan sendiri-sendiri.
Hotel di Kehijauan Hutan Tropis
Keberadaan elemen etnik lndonesia yang menawarkan warna-warna alam sa­ngat menunjang kehangatan atmosfer struktur kayu dan platon yang dijalin dari buluh bambu Keotentikan seni ukir primitif
Hotel di Kehijauan Hutan TropisHotel di Kehijauan Hutan Tropis
Keanggunan tangga ganda menghantarkan tamu-tamu ke lantai atas bangunan utama untuk mencapai jembatan menuju bungalo.

Hotel di Kehijauan Hutan Tropis - Bagian Kedua


Selain tata letak bungalo yang memen­car, kiat menyatukan sosok bangunan ke alam dilakukan dengan memanfaatkan materi seperti kayu dan batu dalam wujud aslinya.  Dinding lantai dasar bangunan utama yang di antaranya meliputi lobi dan resto, terdiri atas susunan batu ekspos yang diambil dari sungai di dekat lokasi hotel. Pada unit-unit bungalo yang didesain seperti rumah pangung, susunan batu ini dimanfaatkan sebagai kaki penyangga.  Konstruksi panggung terutama dilakukan untuk memelihara vegetasi alam, mempertahankan resapan air hutan, dan mengura­ngi dampak iklim hujan tropis terhadap bangunan.  Di samping itu, ketinggian yang dicapai pun memungkinan pengoptimalan sudut pandang ke arah hijaunya panorama hutan.
Dekorasi Rumah
Jembun ganda yang di hawah dilengkapi penyekat anti serangga, menghubungkan bungalo dengan bangunan utama. 
Dekorasi Rumah
Menara-menara pengawas ditempatkan di setiap ujung modul bungalo. lokasi hotel dilihat dari atas.

Patung-patung setinggi tiga meter di halaman depan, dibuat oleh suku Komoro untuk menyambut tamu-tamu yang datang.

Hotel di Kehijauan Hutan Tropis - Bagian Pertama

Hotel di Kehijauan Hutan Tropis
Di tepi indahnya belantara lrian Jaya, hotel berstandar internasional Sheraton Inn tampak menyatu dengan alam karena bangunan utama dan unit-unit bungalo berlantai dua ditata menyusup ke dalam hutan.  Untuk menghubungkan setiap unit bungalo yang masing-masing memiliki 16 kamar tidur, disediakan jembatan-jembatan berpenyekat antiserangga yang desainnya mementingkan kedekatan alam.  Menurut Robert Steul, salah satu arsitek dari kon­sultan arsitektur yang berpusat di Missouri, Amerika Serikat keistimewaan tempat per­istirahatan tersebut terletak pada prinsip dasar desainnya yang berusaha memini­malkan dampak bangunan terhadap ling­kungan.

Konstruksi panggung terutama dilakukan untuk memelihara vegetasi alam, mempertahankan resapan air hutan, dan mengurangi dampak iklim huian tropis terhadap bangunan.

Desain Rumah Sculpture 3 (Denah dengan Dua Aksis)


Desain Rumah Sculpture
DENAH DENGAN DUA AKSIS
Denah terdiri dua aksis yang digeser dengan suatu titik as, dan di sela-sela rotasi akan dimanfaatkan untuk berbagai macam potensi seperti penghadiran efek tingkap cahaya (skylight) dan efek perspektif.  Beton melengkung akan dibuat di ujung teras belakang untuk menyatakan pene­kanan rumah yang pada bagian belakang dimanfaatkan sepenuhnya sebagai potensi pemandangan.
Desain Rumah Sculpture
Penekanan bentuk lengkung tersebut dimaksudkan sebagai upaya mengurangi sikap bangunan yang pada bagian depan­nya diblok, tetapi pada bagian belakang dibuka hampir total.  Transparansi yang di­harapkan adalah luas bangunan yang relatif kecil bersatu dengan alam yang begitu besar, sehingga kesan rumah akan lebih besar dari aslinya.  Rencana atap berupa atap datar dengan materi beton dan bebe­rapa tingkap cahaya yang bisa menghasil­kan bayangan berubah-ubah terhadap dinding, sepanjang hari.  O(ML)

Seni Etnik Indonesia untuk Interior Modern - Jakarta 5

Kerak Telor Jkt 48
Jakarta
Kabar gembira bagi dunia interior di Indonesia dengan pe­luncuran produk fabric - untak keperluan ruang dan dekorasi ­dari Prancis yang merupakan ko­Icksi eksklusif Pierre Frey, Paris di Romantik Interior Jln.  Pangli­ma Polim SB, Jakarta Selatan, pada 1 November Ialu.
Pierre Frey Jakarta
Patrick Frey, pemilik dan desainer perusahaan kcluarga Pierre Frey, memilih Romantik Interior sebagai satu-satunya di­stributor utama di Inionesia.  Pierre Frey dikenal sebagai perusahaan yang memproduksi beragam produk seperti fabric, keperluan rumah tangga dari linen, aksesori interior yang me­rupakan basil tenunan atau ecta­kan tangan.  Koleksinya yang ter­sebar di mancanegara antara lain di Eropa, Amerika Serikat, Afri­ka Selatan, Australia, Selandia Barn, Amerika Selatan dan Asia, termasuk Indonesia, menunjuk­kan kesuksesan Pierre Frey da­lam bidangnya, yang tak lepas dari peran karyawan, kualitas servis, dan daya kreativitas yang tinggi, serta strategi distribusi menembus pasar dunia. * (op)

Seni Etnik Indonesia untuk Interior Modern- Jakarta 4

kerak-telor_jkt48

Jakarta
Beherapa waktu yang Ialu di Galeri Kedutaan Besar Australia, Jakarta, dipamerkan karya tujuh orang seniirnan grafis Aborigin.  Melalui karya mereka, para se­niman ini menunjukkan pada du­nia bahwa orang Aborigin adalah pemilik dan mdik tanah Austra­lia.
Yang paling mendasar dari pameran karya seni grafis adalah kemampuannya untuk membuat rephka gambar schingga hasjlnya dapat dinikmati oleh kalangan luas.  Robert Camphell Jr, Ellen Jose, Banduk Marika, Sally Morgan, Jimmy Pike, Pooaraar, Bede Tungutalam adalah ketujuh seniman tersebut.  Inilah salah sa­tu karya Pooaraar yang berjudul "Kangooro Spiritman" (1988).

Seni Etnik Indonesia untuk Interior Modern - Jakarta 3

Ondel-ondel jakarta

Jakarta
Melalui proses panjang perja­lanan budaya majalah Laras, beragam koleksi seni etnik Indonesia berhasil terckam dalam wujud sehuah buku. Indonesian Ethnic for Modern Interior.  Acara peluncuran buku basil upaya bersama dan apre­siasi Bank Niaga dibuka olch Menteri Depdikbud Prof.  Dr. Ing.  Wardiman Djojonegoro pada 23 November di Financial Club, Jakaita.
Berbagai kalangan hadir da­lam acara tersebut, seperti para duta besar untuk Indonesia, de­sainer, senirupawan, pengusaha, dan tentu saja pemilik rumah yalig foto kediamannya meng­isi helai demi helai halaman bu­ku. Acara peluncuran yang diisi dengan presentasi slide serta repertoir Paniradia Seri Gemilang menjadi antiklimaks yang melega­kan.  Tentu saja ada rasa bangga dan syukur yang menyer­tai.

Seni Etnik Indonesia untuk Interior Modern - Jepang

Tokyo jepang gunung fuji

Jepang
Maraknya pertumbuhan hotel dan restoran di dalam maupun di luar negeri, membangkitkan ke­inginan untuk menyelenggarakan sebuah pameran mengenai hotel dan restoran.  Para eksekutif Japan Management Association (JMA) mengumumkan Hoteres Japan Expo, pameran mengenai ho­tel dan restoran yang terhesar di Asia yang akan diselenggarakan olch pihak JMA pada bulan Maret .  Pernyataan tersebut diumumkan pada seminar schari yang diadakan 26 Oktober Ialu di Financial Club, Jakarta.
Pameran Hottres Japan Expo akan berlangsung selama empat hari dan dibuka tanggal 12 Maret di Tokyo International Fair Ground, Harumi.  Sebanyak 620 perusahaan Jepang dan interna­sional beserta produk-produknya akan ikut serta, demikian diuta­rakan oleh pembicara seminar Yoshikazu Ohtani, General Manager Divisi Pameran JMA dan Nobuo Ogawa, Presiden Di­rektur JMA. * (op)

Seni Etnik Indonesia untuk Interior Modern - Bandung

bandung -  gedung sate
Bandung
Cat air merupakan media pengungkapan seni yang unik dan sulit.  Keunikan dan kesulitan ter­sebut ternyata sangat diminati olch seorang pelukis wanita, Donna M. Backues, yang mengge­lar hasil karyanya 18 November ­- 2 Desember Ialu di Galeri Ban­dung, Bandung.
Lulus sebagai sarjana seni ru­pa pada tahun 1985 dari Sout­hern @ois Unviersity, Donna memilih bekerja di bidang seni grafika.  Sejak kedatangannya ke Indonesia pada tahun 1989, Don­na mensartib perhatian besar jpa­da cat air.  Selama enam tahun terakhir, pclukis wanita ini her­kembang terus menggunakan me­dium seni tersebut.  Selain inspi­rasi yang diperolch dari keadaan longkalingan Indonesia, karya-ka­rya y" dipamerkan di Galeri Bandung ini menunjukkan usaha mutakhirnya dengan permainan warna-warna yang mempunyai ci­ri khas tersendiri. * (op)

Seni Etnik Indonesia untuk Interior Modern - Jakarta 2


jakarta monas
Jakarta (2)
Setelah sekian lama diakui sebagai aliran besar dalam seni rupa, baru kali ini pameran khusus lukisan kubisme digelar di Jakarta.  Duta Fine Arts Founda­tion Jakarta bekerja sama de­ngan Pusat Kebudayaan Prancis Jakarta dan maskapai pener­bangan Prancis dalam menye­lenggarakan acara tersebut baru-­baru ini.
Menurut Didier Hamel, pe­ngelola Duta Fine Arts Gallery, pameran ini diadakan untuk memberi inspirasi bagi seniman­-seniman Indonesia serta mening­katkan apresiasi para pencinta seni.  Berbagai lukisan kubisme dari Indonesia seperti karya Abmad Sadah, Mochtar Apin, R. Pranajaya, Han Snel, dan dari Eropa seperti karya Arnold Guerlinck, Gerard Tesson, serta Jan Aniserowiez digelar untuk menjembatani dua budaya berbe­da yang menyatu dalam keuniver­salan seni modern penghujung abad 21. 0 (HN)

Seni Etnik Indonesia untuk Interior Modern


etnik jakarta
Sebagai hasil perialanan budayanya Laras menerbitkan sebuah koleksi besar Seni Etnik Indonesia pilihan untuk interior.  Buku setebal 160 halamon ini dirancang dalam tata warna dengan pengantar sangat informatif.  Setlap seni etnik yang ado di buku ini merupakan penggalian dari khasanah budaya bangsa yang mampu memberikan napas baru baqi interior rumah.
Jakarta
Banyak orang tidak memper­hatikan perbedaan antara hasil cetak asli dengan reproduksi.  Berdasarkan hal itu, Ken Pattern menyelenggarakan pameran her­tajuk "Litho Madness" pada 29 November - 8 Desember Ialu di Erasmus Huis - Kuningan, Jakar­ta. Pameran ini memperlihatkan bahwa seni grafis adalah seni murni dan bukan mcrupakan reproduksi dari tekinik foto.
Ken Pattern, pria kelahiran Canada yang tinggal ditlndonesia selama 6 tahun terakhir, mengge­lar 35 karya ectak tangannya termasuk 9 karya terharu dan se­jumlah keeil gambar pensd dan tinta.  Kescluruhan karya yang dipamerkan mengganibarkan pe­mandangan alam Indonesia.  Pameran ini juga memamerkan proses litografi dalam foto, hasil cetak, dan penjelasannya.  Lito­grafi adalah seni menulis/meng­gambar di atas logam/batu, meng­gunakan teknik yang ditemukan di Jerman pada tahun 1970 - an dan telah dipraktikkan oleh banyak seniman termasuk Es­cher, Goya, dan Toulouse Lau­tree.
Dalam pameran ini, Ken mengon­sentrasikan dirinya pada litogra­fi. walaupun ia juga ahli dalam media lain seperti gambar, lukis­an dan cetakan. o(op)

Mengatasi Problematika Ruang Tidur Anak - Bagian 3


Ruang Tidur Anak Biru
Berbagai ragam penyelesaian (finishing) untuk dinding, baik teknik maupun motifnya dapat Anda pilih untuk mereka.  Motif garis, bunga, maupun kombinasi warna yang diberi aksen border pun tersedia.  Demikian pula dengan perrwihan warna.  Meskipun pembagian warna untuk pria maupun wanita dewasa ini sedikit

Menghadirkan mezanin
maupun mengfungsikan ruang
di bawah atap merupakan solusi
terbaik untuk mengatasi
problematika ruang tidur anak.

Menata ruang tidur anak sekaligus
berfungsi sebagai ruang serbaguna tidak
pertu lagi dipusingkan.

samar, sebaiknya pilihiah sesuai karakter anak usia 6 hingga 12 tahun.
Ruang Tidur Anak Biru Muda
Kini, sudah waktunya jika Anda muiai menuntun putra-putri Anda untuk menghayati betapa kayanya kasanah elernen interior di sekeliling kita.  Demikian pula untuk kita, ternyata perkembangan perancangan tata letak ruang maupun area semakin dapat mengatasi prroblematika yang ada. * (AAm).

Mengatasi Problematika Ruang Tidur Anak - bag.2


Problematika Ruang Tidur Anak
PEMBAGIAN AREA SERTA ELEMEN INTERIOR
Jika telah memutuskan memilih salah satu solusi terbaik bagi ruang tidur serbaguna, sekarang tentukan pula pembagian areanya.  Jangan Anda lupakan bahwa anak-anak pun menghendaki privasi yang sama dengan orang tua.  Oleh karena itu, tatalah di mana sebaiknya penempatan masing-masing fungsi area tersebut.  Apakah area tidur sebaiknya berada di atas?  Atau sebaliknya?  Bagaimana jika hal ini Anda diskusikan bersama putra putri And'a?  Musyawarah dalam keluarga rupanya perlu kita tingkatkan untuk memberikan hak percaya diri si anak.
Memantau hobi anak ternyata membantu pula dalam penataan interior.  Jangan terialu dipaksakan, itu yang terpenting.  Ajaklah anak-anak Anda berperan mem[kirkan interiornya.  Asal tidak menyimpang dari ideologi kategori usia yang telah ditentukan, sebaiknya mereka pun berhak mengekspresikan keinginannya.  Misainya, menghadirkan logo cabang olahraga maupun binatang yang dituangkan meialui dinding, fabrics, atau furnitur dengan teknik sablon atau stensil.

Mengatasi Problematika Ruang Tidur Anak


Ruang Tidur Anak
Bukan hal yang baru jika keterbatasan ruang senantiasa menjadi kendala untuk mewuiudkan impian, khususnya jika kita bicara masalah ruang tidur anak.  Dunia anak dengan berbagai imaji menuntut suatu wahana untuk mengekspresikan  letupan" jiwa mereka.

Menata ruang tidur anak sekaligus sebagai ruang serbaguna memang cukup memusingkan.  Namun, kini lain!  Anda harus menghalau jauh perasaan itu karena apa yang Anda cari telah Anda temukan!  Solusi terbaik bagi tumbuh kembang anak-anak ternyata tidak perlu,d[pusingkan lagi.

DASAR PERENCANAAN
Fungsi, luas, serta siapa pemakai ruang itu merupakan dasar perencanaan yang terbaik untuk menciptakan suasana ruang menjadi nyaman.  Keterbatasan ruang pun bukan lagi meniadi kendala yang tak bisa diatasi.
Mengatasi Problematika Ruang Tidur Anak
Langkah berikutnya, sebaiknya Anda mengkiasifikasikan batasan usia.  Kaii ini yang dipilih adalah kelompok anak usia 6 hingga 12 tahun.  Pemahaman terhadap perkembangan jiwa mereka merupakan langkah awal menciptakan ruang yang nyaman.

Fungsi, tuas, serta siapa pemakai ruang, merupakon dasar perencanaan yang terbaik untuk menciptakan suasana ruang menjadi nyaman.

Area bermain, belajar, serta area tidur sudah menjadi kebutuhan pokok anak-anak seusia mereka.  Akan meniadi pemikiran jika ruang yang tersedia. hanya sekitar 3x3 meter bukan?  Menghadirkan mezanin yang serbaguna di tengah-tengah ruang tidur anak Anda, menjadi salah satu solusi yang sebaiknya Anda lakukan.
Ada hal yang sedikit mengganggu solusi kita, jika plafon terialu rendah, sekitar 3 meter.  Untuk itu, disarankan agar Anda mengambil keputusan mengfungsikan ruang di bawah atap.  Terutama jika memiliki strukturyang memungkinkan (posisi kuda­ kuda).
Bagaimana jika ruang yang kita miliki kebetulan memadai?  Meski tak perlu pusing dengan menghadirkan solusi - mezanin dan ruang di bawah atap - kita pun perlu merencanakan serta menata dengan prima.  Dengan demikian, anak-anak pun tetap memiliki privasi sesuai dengan kebutuhan mereka.

Han Meubel : Karya Anak Bangsa - Bagian Kedua


Han Meubel : Karya Anak Bangsa - meja kayu banyak
Kegigihan Han memasarkan produknya ke seluruh dunia telah menarik united Nations  Programme mengirim seorang peneliti barang antik dari pelelangan Christie's, London bernama Jean-Marie van lsacker yang mengajarkan pengetahuan desain klasik secara utuh.  Dengan hasil yang semakin mendekati kesempurnaan, Han membuat rep!ika dari Rijksmuseum, Belanda; Versailes.  Prancis: dan Cambridge, London.  Yang dapat dibanggakan lagi, ukiran kha-.  Eropa, C;na, dan Timur Tengah yang dihasilkan, dibuat dieh para pengukir lokal hasil tempaan Han.

Ketersediaan bahan baku dan tenaga keria yang melimpah, membuatnya seialu OPtimis bergerak di bidang ini.  Kesuksesan fainnya diraih dari keberhasilan menggarap Proyek Pemerintah Jepang untuk mengisi interior Pusat Kebudayaan lnggris di Shirakawa, kurang lebih 3oo km dari TOkYO, 'tahun 1994.' Kemegahan furnitur Inggris zaman Ratu Victoria abad Xii hadir.kembali dengan kadar orisinalitas yang amat kental. dan itu membuktikan betapa Prestasi anak Indonesia yang tergabung dalam Han Meubel mampu menyelami budaya historis negara lainuntuk bersaing di blantika internasional. 

Han Meubel : Karya Anak Bangsa


Han Meubel : Karya Anak Bangsa - Kursi Kayu
 Karya replika Han sangat mendkati keahlian. Berkat kerjasama dengan seoarang ahli dari pelelangan Christie’s dapat dipastikan bahwa replika Han Meubel memiliki pois desain yang dapat ditelusuri asal-usul sejarahnya.

For those who seek the very finest, itulah kalimat yang menawarkan kualitas dari The Han Sien, 67, pemilik perusahaan Han Meubel yang mengspesialisasikan usahanya di bidang pembuatan replika mebel Idasik Eropa, Amerika, Cina, dan Timur Tengah.
Kualitas yang menjadi keunggulan replika Han pada prinsipnya berdasar pada proporsi bentuk seperti yang diajarkan oleh alam kepadanya.  Kekuatan proporsi ini pulalah yang membuat Han secara yakin terus meniti celah bisnis pembuatan mebel klasik yang harus bersaing dengan mebel berdesain modern.
Pilihan Han ternyata memiliki nilai strategi ekonomi tinggi. la hanya menghasilkan produk yang benar-benar dibutuhkan konsumen. Ke berhasilan namanya di blantika Eropa pun tidak lain berkat mengandalkan prinsip tersebut.
Saat memperoleh kesempatan dari Badan Pengembangan Ekspor ,Nasional(BPEN) untuk berpam eraln gratis di Rotterdam tahun 1979 Han berhasil men jual, habis seluruhi mebelnya yang berdesain Belanda klasik.  Han memang tidak berpretensi membentuk selera pasar, yang dilakukannya adalah membaca kebutuhan konsumen yang masih diwarnai semangat historis.  Misalnya, ia membuat replika mebel Louis XIV atau XV yang kaya fekukan untuk dipasarkan di Prancis atau desain Sheraton Amerika kolonial yang memancarkdn spirit dunia baru untuk dipasarkan di Amerika, serta keanggunan Chippendale dan untuk konsumen inggris yang semuanya dibentuk lalui kehalusan teknik penyambungan kayu (woodjoint).

Keterpaduan Lukisan dan Bingkai - bag.2


Lukisan Abstrak Affandi
GEMAR BEREKSPERIMEN

Pauline talk hanya menggunakan cat minyak, tapi bereksperimen dengan menggunakan berbagai bahan untuk mencari sebuah warna.  Misainya, ia menggunakan akar-akaran seperti kunyit (Curcuma domestika) untuk menghasilkan warna kuning.  Acapkali, ia memanfaatkan payet, manik-manik, dan batu-batuan yang disusun membentuk flora, fauna, dan figur.
Keindahan lukisan karya Pauline kian menonjoi dengan adanya bingkai hasil rancangan Pedro Hincueldeyn, suaminya.
Seperti halnya Pauline, karya Pedro pun memiliki keunikan tersendiri, yaitu pada bahan baku dan pola bingkai. la lebih suka menggunakan kayu-kayu bekas yang kemudian dicukil untuk mendapat motif tertentu, seperti geometris dan sulur.
Untuk menciptakan tekstur, Pedro menggunakan bubuk kayu atau bubur kertas.  "Bubur kertas ini saya buat sendiri dari campuran potongan kertas dan lem sagu," tutur pria yang dulu aktif sebagai

Sepenggal frasa - "mata adalah jendela jiwa" - yang diresapi dan diyakini maknanya, membuat karya-karya Pauline dan Pedro memiliki riwayat sendiri-sendiri dan menyimpan paduan simbol kejadian hidup mereka.

Desainer interior la, kemudian m emilih warna bingkai yang diambil dari salah satu warna yang dipakai dalam lukisan Pauline sehingga antara bingkai dan lukisan terdapat keterpaduan yang sulit dibedakan.
Karya lukisan dan bingkai pasangan Hincueldeyn, selain di negara asal mereka (lrlandia), pernah dipamerkan di Prancis, Australia, Amerika Serikat dan Indonesia (Jakarta).  Karya-karya mereka juga dikoleksi oleh berbagai kalangan dan lembaga, seperti perpustakaan dan gedung-gedung pemerintahan.
Dengan menganggap warna sebagai sumber pesona, pasangan Hincueldeyn terus berusaha menghasilkan karya seni yang bernilai estetis tinggi.