Tampilkan postingan dengan label meubel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label meubel. Tampilkan semua postingan

Han Meubel : Karya Anak Bangsa - Bagian Kedua


Han Meubel : Karya Anak Bangsa - meja kayu banyak
Kegigihan Han memasarkan produknya ke seluruh dunia telah menarik united Nations  Programme mengirim seorang peneliti barang antik dari pelelangan Christie's, London bernama Jean-Marie van lsacker yang mengajarkan pengetahuan desain klasik secara utuh.  Dengan hasil yang semakin mendekati kesempurnaan, Han membuat rep!ika dari Rijksmuseum, Belanda; Versailes.  Prancis: dan Cambridge, London.  Yang dapat dibanggakan lagi, ukiran kha-.  Eropa, C;na, dan Timur Tengah yang dihasilkan, dibuat dieh para pengukir lokal hasil tempaan Han.

Ketersediaan bahan baku dan tenaga keria yang melimpah, membuatnya seialu OPtimis bergerak di bidang ini.  Kesuksesan fainnya diraih dari keberhasilan menggarap Proyek Pemerintah Jepang untuk mengisi interior Pusat Kebudayaan lnggris di Shirakawa, kurang lebih 3oo km dari TOkYO, 'tahun 1994.' Kemegahan furnitur Inggris zaman Ratu Victoria abad Xii hadir.kembali dengan kadar orisinalitas yang amat kental. dan itu membuktikan betapa Prestasi anak Indonesia yang tergabung dalam Han Meubel mampu menyelami budaya historis negara lainuntuk bersaing di blantika internasional. 

Han Meubel : Karya Anak Bangsa


Han Meubel : Karya Anak Bangsa - Kursi Kayu
 Karya replika Han sangat mendkati keahlian. Berkat kerjasama dengan seoarang ahli dari pelelangan Christie’s dapat dipastikan bahwa replika Han Meubel memiliki pois desain yang dapat ditelusuri asal-usul sejarahnya.

For those who seek the very finest, itulah kalimat yang menawarkan kualitas dari The Han Sien, 67, pemilik perusahaan Han Meubel yang mengspesialisasikan usahanya di bidang pembuatan replika mebel Idasik Eropa, Amerika, Cina, dan Timur Tengah.
Kualitas yang menjadi keunggulan replika Han pada prinsipnya berdasar pada proporsi bentuk seperti yang diajarkan oleh alam kepadanya.  Kekuatan proporsi ini pulalah yang membuat Han secara yakin terus meniti celah bisnis pembuatan mebel klasik yang harus bersaing dengan mebel berdesain modern.
Pilihan Han ternyata memiliki nilai strategi ekonomi tinggi. la hanya menghasilkan produk yang benar-benar dibutuhkan konsumen. Ke berhasilan namanya di blantika Eropa pun tidak lain berkat mengandalkan prinsip tersebut.
Saat memperoleh kesempatan dari Badan Pengembangan Ekspor ,Nasional(BPEN) untuk berpam eraln gratis di Rotterdam tahun 1979 Han berhasil men jual, habis seluruhi mebelnya yang berdesain Belanda klasik.  Han memang tidak berpretensi membentuk selera pasar, yang dilakukannya adalah membaca kebutuhan konsumen yang masih diwarnai semangat historis.  Misalnya, ia membuat replika mebel Louis XIV atau XV yang kaya fekukan untuk dipasarkan di Prancis atau desain Sheraton Amerika kolonial yang memancarkdn spirit dunia baru untuk dipasarkan di Amerika, serta keanggunan Chippendale dan untuk konsumen inggris yang semuanya dibentuk lalui kehalusan teknik penyambungan kayu (woodjoint).