Tampilkan postingan dengan label gentong. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label gentong. Tampilkan semua postingan

Seni Etnik Indonesia untuk Interior Modern - Jakarta 5

Kerak Telor Jkt 48
Jakarta
Kabar gembira bagi dunia interior di Indonesia dengan pe­luncuran produk fabric - untak keperluan ruang dan dekorasi ­dari Prancis yang merupakan ko­Icksi eksklusif Pierre Frey, Paris di Romantik Interior Jln.  Pangli­ma Polim SB, Jakarta Selatan, pada 1 November Ialu.
Pierre Frey Jakarta
Patrick Frey, pemilik dan desainer perusahaan kcluarga Pierre Frey, memilih Romantik Interior sebagai satu-satunya di­stributor utama di Inionesia.  Pierre Frey dikenal sebagai perusahaan yang memproduksi beragam produk seperti fabric, keperluan rumah tangga dari linen, aksesori interior yang me­rupakan basil tenunan atau ecta­kan tangan.  Koleksinya yang ter­sebar di mancanegara antara lain di Eropa, Amerika Serikat, Afri­ka Selatan, Australia, Selandia Barn, Amerika Selatan dan Asia, termasuk Indonesia, menunjuk­kan kesuksesan Pierre Frey da­lam bidangnya, yang tak lepas dari peran karyawan, kualitas servis, dan daya kreativitas yang tinggi, serta strategi distribusi menembus pasar dunia. * (op)

Seni Etnik Indonesia untuk Interior Modern- Jakarta 4

kerak-telor_jkt48

Jakarta
Beherapa waktu yang Ialu di Galeri Kedutaan Besar Australia, Jakarta, dipamerkan karya tujuh orang seniirnan grafis Aborigin.  Melalui karya mereka, para se­niman ini menunjukkan pada du­nia bahwa orang Aborigin adalah pemilik dan mdik tanah Austra­lia.
Yang paling mendasar dari pameran karya seni grafis adalah kemampuannya untuk membuat rephka gambar schingga hasjlnya dapat dinikmati oleh kalangan luas.  Robert Camphell Jr, Ellen Jose, Banduk Marika, Sally Morgan, Jimmy Pike, Pooaraar, Bede Tungutalam adalah ketujuh seniman tersebut.  Inilah salah sa­tu karya Pooaraar yang berjudul "Kangooro Spiritman" (1988).

Seni Etnik Indonesia untuk Interior Modern - Jakarta 3

Ondel-ondel jakarta

Jakarta
Melalui proses panjang perja­lanan budaya majalah Laras, beragam koleksi seni etnik Indonesia berhasil terckam dalam wujud sehuah buku. Indonesian Ethnic for Modern Interior.  Acara peluncuran buku basil upaya bersama dan apre­siasi Bank Niaga dibuka olch Menteri Depdikbud Prof.  Dr. Ing.  Wardiman Djojonegoro pada 23 November di Financial Club, Jakaita.
Berbagai kalangan hadir da­lam acara tersebut, seperti para duta besar untuk Indonesia, de­sainer, senirupawan, pengusaha, dan tentu saja pemilik rumah yalig foto kediamannya meng­isi helai demi helai halaman bu­ku. Acara peluncuran yang diisi dengan presentasi slide serta repertoir Paniradia Seri Gemilang menjadi antiklimaks yang melega­kan.  Tentu saja ada rasa bangga dan syukur yang menyer­tai.

Seni Etnik Indonesia untuk Interior Modern - Jepang

Tokyo jepang gunung fuji

Jepang
Maraknya pertumbuhan hotel dan restoran di dalam maupun di luar negeri, membangkitkan ke­inginan untuk menyelenggarakan sebuah pameran mengenai hotel dan restoran.  Para eksekutif Japan Management Association (JMA) mengumumkan Hoteres Japan Expo, pameran mengenai ho­tel dan restoran yang terhesar di Asia yang akan diselenggarakan olch pihak JMA pada bulan Maret .  Pernyataan tersebut diumumkan pada seminar schari yang diadakan 26 Oktober Ialu di Financial Club, Jakarta.
Pameran Hottres Japan Expo akan berlangsung selama empat hari dan dibuka tanggal 12 Maret di Tokyo International Fair Ground, Harumi.  Sebanyak 620 perusahaan Jepang dan interna­sional beserta produk-produknya akan ikut serta, demikian diuta­rakan oleh pembicara seminar Yoshikazu Ohtani, General Manager Divisi Pameran JMA dan Nobuo Ogawa, Presiden Di­rektur JMA. * (op)

Seni Etnik Indonesia untuk Interior Modern - Bandung

bandung -  gedung sate
Bandung
Cat air merupakan media pengungkapan seni yang unik dan sulit.  Keunikan dan kesulitan ter­sebut ternyata sangat diminati olch seorang pelukis wanita, Donna M. Backues, yang mengge­lar hasil karyanya 18 November ­- 2 Desember Ialu di Galeri Ban­dung, Bandung.
Lulus sebagai sarjana seni ru­pa pada tahun 1985 dari Sout­hern @ois Unviersity, Donna memilih bekerja di bidang seni grafika.  Sejak kedatangannya ke Indonesia pada tahun 1989, Don­na mensartib perhatian besar jpa­da cat air.  Selama enam tahun terakhir, pclukis wanita ini her­kembang terus menggunakan me­dium seni tersebut.  Selain inspi­rasi yang diperolch dari keadaan longkalingan Indonesia, karya-ka­rya y" dipamerkan di Galeri Bandung ini menunjukkan usaha mutakhirnya dengan permainan warna-warna yang mempunyai ci­ri khas tersendiri. * (op)

Seni Etnik Indonesia untuk Interior Modern - Jakarta 2


jakarta monas
Jakarta (2)
Setelah sekian lama diakui sebagai aliran besar dalam seni rupa, baru kali ini pameran khusus lukisan kubisme digelar di Jakarta.  Duta Fine Arts Founda­tion Jakarta bekerja sama de­ngan Pusat Kebudayaan Prancis Jakarta dan maskapai pener­bangan Prancis dalam menye­lenggarakan acara tersebut baru-­baru ini.
Menurut Didier Hamel, pe­ngelola Duta Fine Arts Gallery, pameran ini diadakan untuk memberi inspirasi bagi seniman­-seniman Indonesia serta mening­katkan apresiasi para pencinta seni.  Berbagai lukisan kubisme dari Indonesia seperti karya Abmad Sadah, Mochtar Apin, R. Pranajaya, Han Snel, dan dari Eropa seperti karya Arnold Guerlinck, Gerard Tesson, serta Jan Aniserowiez digelar untuk menjembatani dua budaya berbe­da yang menyatu dalam keuniver­salan seni modern penghujung abad 21. 0 (HN)

Seni Etnik Indonesia untuk Interior Modern


etnik jakarta
Sebagai hasil perialanan budayanya Laras menerbitkan sebuah koleksi besar Seni Etnik Indonesia pilihan untuk interior.  Buku setebal 160 halamon ini dirancang dalam tata warna dengan pengantar sangat informatif.  Setlap seni etnik yang ado di buku ini merupakan penggalian dari khasanah budaya bangsa yang mampu memberikan napas baru baqi interior rumah.
Jakarta
Banyak orang tidak memper­hatikan perbedaan antara hasil cetak asli dengan reproduksi.  Berdasarkan hal itu, Ken Pattern menyelenggarakan pameran her­tajuk "Litho Madness" pada 29 November - 8 Desember Ialu di Erasmus Huis - Kuningan, Jakar­ta. Pameran ini memperlihatkan bahwa seni grafis adalah seni murni dan bukan mcrupakan reproduksi dari tekinik foto.
Ken Pattern, pria kelahiran Canada yang tinggal ditlndonesia selama 6 tahun terakhir, mengge­lar 35 karya ectak tangannya termasuk 9 karya terharu dan se­jumlah keeil gambar pensd dan tinta.  Kescluruhan karya yang dipamerkan mengganibarkan pe­mandangan alam Indonesia.  Pameran ini juga memamerkan proses litografi dalam foto, hasil cetak, dan penjelasannya.  Lito­grafi adalah seni menulis/meng­gambar di atas logam/batu, meng­gunakan teknik yang ditemukan di Jerman pada tahun 1970 - an dan telah dipraktikkan oleh banyak seniman termasuk Es­cher, Goya, dan Toulouse Lau­tree.
Dalam pameran ini, Ken mengon­sentrasikan dirinya pada litogra­fi. walaupun ia juga ahli dalam media lain seperti gambar, lukis­an dan cetakan. o(op)

Taman Penghias dan Pengarah Jalan



Taman Penghias dan Pengarah Jalan

Sebuah taman rasanya kurang lengkap jika tidak ditunjang dengan elemen dekoratif tainnya seperti lampu, batuan, patung ataupun gentong.

Area taman yang tidak terialu luas dan lebih tinggi dari jalan bukanlah halangan untuk berkreasi menciptakan sebuah taman yang indah, nyaman, dan memberikan ketenangan kepada penghuni.  Apalagi dengan adanya komposisi tinggi rendah tanaman yang berkesan natural di kedua sisinya mengakibatkan terciptanya taman "pengarah jalan".  Sementara itu, pemilihan rumput sebagai eleman "pengarah jalan" menjadikan taman ini berkesan luas.

AREA PENYAMBUT DAN ELEMEN DEKORATIF

Posisi lahan taman yang lebih tinggi dari jalan merupakan suatu potensi bagi taman ini.  Pandangan mata ke arah taman depan dari teras rumah tidak terganggu oleh pemandangan sirkulasi jalan umum, sehingga keindahan taman dapat dinikmati maksimal.  Selain itu, dari teknis penataan, ketinggian lahan tersebut mempermudah sistem saluran air di taman.
Taman Penghias dan Pengarah Jalan
Menapaki tangga masuk dari carport ke teras depan, kita seakan memasuki area penyambut yang teduh.  Tangga masuk bermateri batu alam yang ditata teratur, selaras dengan penataan tanaman berkarakter batang dan daun yang menjuntai ribuan di sepanjang tepian tangga.  Tanaman rendah seperti pandan paprika kuning, taiwan beauty, dan pisang­pisangan pendek ditata menutupi permukaan tanah dan tepian tangga sehingga memperhalus kesan masif dari tepian tangga.
Sebuah taman rasanya kurang iengkap jika tidak ditunjang dengan elemen
dekoratif lainnya seperti lampu, batuan, patung ataupun gentong.  Untuk taman ini pemilik memilih elemen dekoratif berbentuk patung binatang seperti katak dan gajah dari Bali yang bermateri batu dan terakota.  Selain sebagai elemen yang menampilkan keselarasan taman, patung ini ada yang berfungsi pula sebagai penyangga gentong tanaman air.  Jenis tanaman air seperti lotus (Nelombium nucifera) dan papirus yang diletakkan didalam gentong Singkawang mempertegas fungsi dekoratif taman.