Tampilkan postingan dengan label barang antik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label barang antik. Tampilkan semua postingan

Gereja Pohsarang, Klimaks Sebuah Desa - Bagian Keempat


BERSAHAJA
Secara keseluruhan, materi batu ka mendominas bangunan.  Penggunaan ma­teri ini menciptakan kesan penampilan yang bersahaja dan akrab dengan kondisi alam sekitar.
Sistem penerangan diciptakan sealami mungkin dengan sedikit bukaan berupa tingkap cahaya (skylight) di puncak atap.  Sorotan sorotan sinar ygng masuk dipadu dengan reng-reng dan genteng yang di ek­spos begitu saja, menghasilkan suasana pedesaan yang hangat.  Disertai iringan musik (liturgi) yang menggunakan gamelan dan gending Jawa, suasana inkul turasi begitu menyatu dan membuat "se
 Altar, Gereja Pohsarang, Klimaks Sebuah Desa
Tingkap cahaya di puncak atap meniadi unsur penerang alami baqi terciptanya suasana gereja yang sakral. 
Ornamen altar Vang diukir dengan sangat halus terbuat dari susunan batu bata dengan perekat pasir dan tetes tebu. 
Pemandangan spektakuler dari altar gereja.

Gereja Pohsarang, Klimaks Sebuah Desa - Bagian Ketiga


Bangunan gereja terdiri dari dua bagian yang menyatu dengan dua atap yang terpi­sah.  Bangunan utama yang merupakan ba­gian dari altar dan ruang ibadah mengguna­kan atap perisai dengan puncak atap diberi sentuhan arsitektur Batak plus salib yang ornamentik, sedangkan atap bagian seram­bi merupakan atap pelana sebagaimana umumnya arsitektur Nusantara.  Yang unik dari struktur kedua atap ini adalah diguna­kannya struktur kabel tarik.  Pada atap peri­sai struktur kabel tarik ini menghasilkan ruangan bebas kolom dan bebas kuda-kuda struktur.  Struktur kabel tarik merupakan teknologi modern yang sederhana, tetapi tetap sesuai dengan arsitektur gereja tradi­sional.
Arsitektur altar diinspirasikan dari arsi­tektur bernapaskan Trowuian, yang terbuat dari susunan bata penuh ornamen, dan di­ukir sangat halus oleh penduduk setempat.
Kayu, Gereja Pohsarang, Klimaks Sebuah Desa
Dua prototipe bentuk atap, yaitu atap bangunan tradisional Batak Simalungun dan Batak Toba. 
Atap bangunan Batak Simalungun yang biasa disebut Balai Bolon merupakan atap utama bagian altar. (kanan)

 Ruang umat (ibadah) terdapat di depan altar dengan kondisi ruang yang cukup
luas.  Namun, tidak seperti gereja~gereja pada umumnya yang menggunakan bangku-bangku - ruang umat di sana dibiar­kan kosong. lbadah dilakukan hanya dengan duduk bersila di lantal, Deralas ti­kar.

Gereja Pohsarang, Klimaks Sebuah Desa - Bagian Kedua


BANGUNAN SUCI TRADISIONAL
Arah masuk dapat dicapai dari segala arah dan pintu masuk utama ditandai de ngan gerbang berupa cand bentar.  Seperti layaknya arsitektur H ndu Kunc, sesudah candi bentar terdapat al ng-al ng yang berupa menara lonceng yang tersusur dari batu.  Bangunan gereja terietak di bagia paling atas dan dibatasi oleh dinding bat sebagai batas imaiinasi area gereja.  Perja lanan naik turun dan berkelok-kelok, meru pakan perjalanan prosesi tersendiri.  Prose si yang diilhami dari bagian tata upacara adat Jawa, yang kini menjadi prosesi dari perjalanan menuju persiapan dalam doa.
Hitam Pucuk, Gereja Pohsarang, Klimaks Sebuah DesaHitam Pucuk, Gereja Pohsarang, Klimaks Sebuah Desa

Gereja Pohsarang, Klimaks Sebuah Desa - Bagian Pertama


Gereja tidak lagi berupa bangunan menjulang tinggi ke atas, tetapi lebih berbentuk sebuah "kemah" bebas bentang dengan orientasi melingkar.

Di Sebuah desa di puncak bukit, dekat kota Kediri (Jawa Timur), hadir sebuah gereja kecil yang sangat unik dan kaya akan bentuk maupun makna.  Gereja ini begitu menyatu dengan alam dan masyarakatnya yang ramah, seolah saling melengkapi.  Sulit dibayangkan, bila kedua unsur yang sudah menyatu tersebut dipisahkan.
Hitam, Gereja Pohsarang, Klimaks Sebuah Desa
Gereja Pohsarang dirancang oleh arsi­tek Belanda Mac Laine Pont pada tahun 1936.  Dalam karyanya ini Gereja Pohsarang - ia mencoba menghadirkan suatu karya arbiter yang memadukan kekuatan­kekuatan lokal baik berupa arsitektur, budaya, masyarakat maupun alamnya (memiliki "jiwa tempat"), ke dalam sebuah arsitektur gereja yang unik, fungsional can
inkulturatif (menyerap kebudayaan dan adat istiadat setempat).
Arsitektur gerejanya sendiri merupakan perkembangan dari arsitektur gereja mo­dern.  Gereja tidak lagi berupa bangunan monumental yang menjulang tinggi ke atas (dengan denah berbentuk salib seperti Gereja-Gereja Katedral pada umumnya), tetapi lebih berbentuk sebuah "kemah" bebas bentang dengan orientasi melingkar.  DI samping itu, juga menekan­kan pada komunikasi yang ba k antara pemimpin umat (pastor) dengan umatnya.  Namun, modernisasi gereja Pohsarang bukanlah sesuatu yang dipaksakan karena ia seolah hadir begitu saja secara wajar

Koleksi Terbaru dari Kenari Djaja


Koleksi Terbaru dari Kenari Djaja
Sejalan dengon perkembangan teknologi dan permintaan pasar yong semakin selektif, Kenari Djaya menawarkon koleksi perlengkapan pintu dan jendela terbaru dengan desain yong memberikan jaminan keamanan di rumah Anda.
Mengantisipasi permintaan pengguna yang semakin kritis dan selektif, PT Kenari Diaja Prima turut menghadirkan beberapa koleksi terbaru yang lebih andal baik desain dan teknologi di bawah merek "KEND Architectural Hardware" yang berkelas dunia.  Beragam jenis periengkapan pintu dan jendela berupa set kunci pintu, engsel, gerendel, periengkapan partisi dan pintu kaca, door stopper, dan lainnya ditawarkan Kenari Djaja.

KEND, MAGNETIC CARD LOCK SYSTEM
Kunci kartu magnetik ini memiliki beberapa keunggulan seperti, tidak perlu menggunakan listrik atau batere sehingga lebih ekonomis.  Bahan dari stainless steel menjadikan kunci ini antikarat dan tahan air sehingga dapat digunakan untuk pintu di manapun tempatnya.

Keterpaduan Lukisan dan Bingkai - bag.2


Lukisan Abstrak Affandi
GEMAR BEREKSPERIMEN

Pauline talk hanya menggunakan cat minyak, tapi bereksperimen dengan menggunakan berbagai bahan untuk mencari sebuah warna.  Misainya, ia menggunakan akar-akaran seperti kunyit (Curcuma domestika) untuk menghasilkan warna kuning.  Acapkali, ia memanfaatkan payet, manik-manik, dan batu-batuan yang disusun membentuk flora, fauna, dan figur.
Keindahan lukisan karya Pauline kian menonjoi dengan adanya bingkai hasil rancangan Pedro Hincueldeyn, suaminya.
Seperti halnya Pauline, karya Pedro pun memiliki keunikan tersendiri, yaitu pada bahan baku dan pola bingkai. la lebih suka menggunakan kayu-kayu bekas yang kemudian dicukil untuk mendapat motif tertentu, seperti geometris dan sulur.
Untuk menciptakan tekstur, Pedro menggunakan bubuk kayu atau bubur kertas.  "Bubur kertas ini saya buat sendiri dari campuran potongan kertas dan lem sagu," tutur pria yang dulu aktif sebagai

Sepenggal frasa - "mata adalah jendela jiwa" - yang diresapi dan diyakini maknanya, membuat karya-karya Pauline dan Pedro memiliki riwayat sendiri-sendiri dan menyimpan paduan simbol kejadian hidup mereka.

Desainer interior la, kemudian m emilih warna bingkai yang diambil dari salah satu warna yang dipakai dalam lukisan Pauline sehingga antara bingkai dan lukisan terdapat keterpaduan yang sulit dibedakan.
Karya lukisan dan bingkai pasangan Hincueldeyn, selain di negara asal mereka (lrlandia), pernah dipamerkan di Prancis, Australia, Amerika Serikat dan Indonesia (Jakarta).  Karya-karya mereka juga dikoleksi oleh berbagai kalangan dan lembaga, seperti perpustakaan dan gedung-gedung pemerintahan.
Dengan menganggap warna sebagai sumber pesona, pasangan Hincueldeyn terus berusaha menghasilkan karya seni yang bernilai estetis tinggi. 

Keterpaduan Lukisan dan Bingkai

Keterpaduan Lukisan dan Bingkai
Keterpaduan lukisan dan Bingkai
Kerja sama pasangan suami isteri Pauline Solon dan Pedro Hincueldeyn, menghasilkan keterpaduan antara lukisan dan bingkai schingga menyulitkan kita dalam mernbedakan antara keduanya.

Warna yang terpendar dari alam raya merupqkan sumber pesona bagi Pauline Solon, pelukis kelahiran Galway, lriandia pada 5 Mei 1949.  Pohon, bunga, burung, sungai dan perubahan musim yang akrab dengan dirinya sejak kanak-kanak, menggugah jiwanya untuk menuangkan objek tersebut ke dalam kanvas.  "Saya yakin, kebebasan menyatu dengan alamiah yang menumbuhkan benih-benih niat yang intens untuk melukis," ujar Pauline.
Memang, alam dan segala sesuatu yang ada di sekeliling merupakan sumber ilham baginya.  Pengalaman tinggal bersama masyarakat Berber di Maroko dan berkeliling Turki, Iran, India, serta Nepal, membuat objek-objek lukisannya sangat bervariasi dan dipengaruhi motif-motif traditional negara-negara itu.  Kini, pengaruh aiam dan budaya Bali (tempat tinggainya sejak tahun * 1979) terasa dalam karyanya.

Taman Penghias dan Pengarah Jalan - Bag.2



Taman Penghias dan Pengarah Jalan
AKSEN TINGGI RENDAH
Taman belakang yang dikelilingi dinding tinggi beriapis batu kali/tempel menampilkan nuansa alami dari taman tropis.  Upaya pemilik memperhalus kesan baku yang ditimbulkan oleh dinding batu tersebut diwujudkan dari penataan tanaman beraksen tinggi rendah.  Palem jepang yang diatur berjajar dengan ketinggian berselang-seling dengan pisang­pisangan (Helliconia sp) - tanaman favorit pemi 1 - menciptakan irama naik turun yang harmonis dan menyamarkan kesan "dingin" dinding batu.
Kreativitas dalam memanfaatkan lahan yang lebih tinggi dari jalan, penerapan taman pengarah jalan, serta komposisi tinggi rendah tanaman dapat menjadikan sebuah taman tampil indah. 

Kantor yang Asimetris dan Kontemporer - Bagian Kedua

Lantai Kantor Asimetris Kontemporer.

KONTEMPORER DAN NATURAL

Desain yang unik dan bervariasi mengesankan interior kantor kontemporer.  Materi batu alam yang mendominasi area lantai misalnya, tampil amat menarik dengan adanya "jalan setapak" yang dide­sain istimewa.  Sejumiah gambar karya ditempatkan di antara lantai batu, seperti menghantarkan kita menuju ke ruang tertentu.
Koridor Bos Kantor Asimetris Kontemporer.

Kesan natural - selain sentuhan materi batu alam pada lantai - terlihat pada seba­gian besar warna furnitur.  Warna natural kayu dipilih sebagai warna utama, sedang­kan aksentuasi warna metal digunakan sebagai warna pendukung.  Keunikannya, beberapa aksentuasi warna metal bahkan ada yang sengaja didesain berkesan karatan. atau bertekstur teknik amplas.

KOMBINASI DUA EKSTREM MATERI
Ruang Rapat Kantor Asimetris Kontemporer.

Kedinamisan ruang dan nuansa harmo­nis diciptakan meialui kombinasi dua ekstrem materi maupun dua ekstrem ben­tuk.  Hal ini terlihat pada perpaduan antara materi lantai batu kali (yang dipernis) dengan materi kaca (sebagai displai gam­bar "jalan setapak"), atau antara materi be­si baja dengan materi kayu seperti terlihat pada sarana presentasi di ruang rapat.  Dari kombinasi dua ekstrem materi ini. tercipta kesan ruang yang kukuh, tetapi juga hangat. Kombinasi dua ekstrem bentuk, tersirat dalam permainan bentuk lengkung dan bentuk-bentuk meruncing yang ada pada furnitur, terutama pada bentuk meja dan bingkai papan tulis putih di ruang atau, kombinasi antara bentuk rak dengan meja resepsionis yang terdapat pada ruang penerima.  Di sisi lain, untuk mengesankan atmosfer ruang yang nyaman, sistem pencahayaan menggunakan down light, dan spot light di beberapa tempat.
Kreativitas yang tinggi, bisa suasana kerja yang mendukung.  Makki Communications mencoba tisipasi, lewat permainan bentuk can kontemporer interior yang spesifikasinya.  

Kantor yang Asimetris dan Kontemporer - Bagian Pertama

Lobby Kantor Asimetris Kontemporer.
Suasana kantor yang harus nyaman, diterjemahkan dalam permainan bentuk asimetris dan kontemporer.  Baik dari segi pembagian ruang, hingga bentuk furnitur yang beraksentuasi bentuk ombak.

Makki & Makki Commu­nication punya kiat tersendiri dalam menghadirkan suasana kantor yang nyaman.  Tidak harus formal, tetapi tetap memenuhi kriteria kantor sebagaimana layaknya.  Sesuai dengan karakteristik bidang pekerjaan yang digeluti, dunia seni  khususnya desain grafis - memungkin­kan lebih bebasnya pengekspresian gaya interior.  Makki & Makki mencoba menerap­kan gaya interior kantor yang tidak formal dan bersuasana seperti rumah (home), me­lalui konsep asimetris.

ASIMETRIS
Toilet Kantor Asimetris Kontemporer.
Berawal dari ide menghindari bentuk­-bentuk simetris, Makki & Makki Communi­cations mengadaptasi bentuk ombak seba­gai penerjemahan bentuk asimetris.  Hal ini ditampakkan dalam bentuk pembagian ruang (denah) yang tidak kaku, bentuk dinding koridor yang melengkung, serta bentuk furnitur dengan variasi bentuk om­bak.  Untuk lebih menghidupkan visualisasi bentuk asimetris tersebut, dinding koridor acapkali sengaja berganti warna.  Selain menghindari kebosanan yang mungkin tim­bul, pergantian warna dinding juga dimak­sudkan sebagai simbolisasi eksperimen yang tak pernah berhenti.
Koridor Kantor Asimetris Kontemporer.
Makki & Makki Commu­nications punya kiat tersendiri dalam menghadirkan suasana kantor yang nyaman.  Tidak harus formal, tetapi tetap memenuhi kriteria kantor sebagaimana layaknya.  Sesuai dengan karakteristik bidang pekerjaan yang digeluti, dunia seni.

Rumah Antik Pak Budiman - Bagian Kedua - Obsesi Rumah Modern


Loro Blonyo di atas peti -  Rumah Antik Budiman

OBSESI RUMAH MODERN

Saat ini Budiman memang membatasi penanganan desain rumah tinggal. la mengaku merasa lebih sulit memenuhi kebutuhan si pemilik karena menurutnya, "Membuat rumah itu seperti membuat sarung tangan, harus pas.  Sementara, mendesain bangunan untuk umum lebih menawarkan kebebasan karena kalangan pemakainya jauh lebih luas."
Desain modern yang menyesuaikan lingkungan memang menjadi trade mark karya-karya Budiman.  Untuk tempat tinggal, ia pun kini tengah menginginkan rumah lain dengan penerapan unsur modern secara total.  "Koleksi antik saya yang ada sekarang tidak mungkin dipadukan dengan arsitektur modern," katanya.  " Unsur modern akan bertabrakan dengan perabot etnik klasik, tapi lain hainya jika perabot tersebut bergaya primitif, tentu akan menarik." Sampai kini, rumah dengan totalitas desain bergaya modern memang masih menjadi obsesi Budiman.  Gambaran detail wujudnya, hanya ia yang tahu. 

" Membuat rumah itu seperti membuat sarung tangan, harus pas.  Somentara, mondesain bangunan untuk umum lebih menawarkan kebebasan karena kalangan pemakainya jauh lebih luas."

bekerja di Melbourne menjadi bekal dalam menangani sendiri proyek-proyek DCM Melbourne di Indonesia yang kemudian bernaung di bawah nama PT Duta Cermat Mandiri.  Berbagai penghargaan bahkan berhasil diraih, seperti Tattlers Award 101 Best Hotel in the World untuk Tugu Park Hotel yang diadakan tahun 1995.  "Kelebihan DCM di mana pun, seperti juga menjadi prinsip saya, adalah selalu mencari sesuatu yang baru.  Meskipun fungsi tetap nomor satu, selebihnya bangunan harus dapat memberi sesuatu kepada masyarakat karena arsitektur mempunyai tanggung jawab untuk dapat berdialog dengan lingkungan dan pemakai", demikian paparnya serius.

Gaya hidup, kesenangan, dan keinginan pemilik untuk memiliki tempat tinggal Vang nyaman dan sesuai kebutuhan dapat terpancar dari perencanaan dan penataan sebuah griya.

Rumah Antik Pak Budiman - Bagian Pertama


Rumah Antik Pak Budiman - Bagian Pertama

Bersama sang isteri, Budiman mulai mengembangkan bobinya berburu barang antik yang kebanyakan ia beli di Malang, kota kelahirannya dalam mewujudkan kediamannya.

Upaya mengurangi kemasifan sosok rumah berlantai dua yang selesai tahun 1987, dilakukan dengan menghadirkan tiga kuncup ruang menyerupai miniatur rumah-rumah Jawa di dak lantai atas.  Bentuk-­bentuk tersebut tampak bersesuaian dengan koleksi antik yang ada.  Lebih dari itu, eksperimentasi unsur tradisional dalam unian masa kini mampu memenuhi tuntutan Budiman yang seialu memperhatikan keadaan lingkungan.

PENGEMBARAAN DI AUSTRALIA

Setamat dari SMA St. Albertus, Malang, tahun 1972, Budiman muda mengikuti jejak kakaknya yang telah lebih dahulu meneruskan kuliah di Melbourne, Australia.  Pada saat itu, jurusan arsitektur belum meniadi pilihannya yang semula berpeluang meniadi dokter.  Baru saat berkecimpung dalam Perhimpunan Pelajar Indonesia di Australia, minatnya terhadap arsitektur tumbuh karena para aktifis di situ kebanyakan berasal dari jurusan tersebut.
Prestasi dan ide segar Budiman saat belajar di University of Melbourne, tendorong salah seorang pengajar yaitu Prof.  Hugh O'Neill - pakar bangunan mesjid seluruh Indonesia - untuk mempromosikannya bekeria di biro arsitektur Denton Corker Marshall Pty.  Ltd. (DCM) yang terkenal di sana.  John Denton, Bill Corker, dan Barry Marshall yang juga pernah menjadi anak didik Prof.  O'Neill adaiah pendiri perusahaan tersebut.  Kesem­patan ini tentu saja tidak disia-siakan oleh Budiman yang lulus dengan gelar Bachelor of Architecture with Honours tahun 1981. Saat kembali ke Indonesia tahun 1982, Budiman membentuk rumah tangga bersama Lyd'ia vang sampai kini telah memberi putra~putri bernama Julian Sander dan Jessica Sandrina.  Pengalaman tanggung jawab untuk dapat berdialog, dengan lingkungan dan pemakai," demikian paparnya serius.