Tampilkan postingan dengan label cat tembok. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label cat tembok. Tampilkan semua postingan

GAYA MODERN INTERIOR APARTEMEN - BAGIAN 3


     Turut mengisi dimensi modern interior adalah kursi Costes karya Philippe Stark di area duduk dan
lampu-lampu asal Italia. Walau didominasi produk luar negeri, karya Reza turut mengimbangi dekorasi ruang.
Dengan memanfaatkan springbed yang diberi pelapis, ia ciptakan sofa merah untuk bersantai di area duduk
serta rak televisi yang dibuat dengan penyelesaian laminating.

     Linda pun terkadang ikut menyumbangkan pernik-pernik khas negara yang ia kunjungi. Koleksi bola dan
pemukul softball antara lain ia letakkan pada rak di ruang tidurnya. “Piring keramik dan kaleng yang saya
bawa dari Teheran, Arab, dipajang di pintu-pintu karena kebetulan Bobos suka. Namun tambahnya, “Ada,
lampu tempel seperti obor yang saya beli di Barcelona tidak jadi dipajang karena Bobos bilang nggak bagus,”
katanya sambil tertawa.
GAYA MODERN INTERIOR APARTEMEN

Kepiawaian sang adik dalam memberi alternatif desain yang sesuai karakter Linda  terbukti menjadi jalan
demi terekspresikannya karakter sang penghuni di kediaman bersama. Jiwa sportivitas terpancar optimal lewat
sajian interior yang dinamis, bergaya simpel modern. 

GAYA MODERN INTERIOR APARTEMEN - BAGIAN 2


     Satu waktu, wanita penggemar puisi ini pernah berkeinginan mengganti interior menjadi bergaya klasik,
tapi Reza yang berpanggilan Bobos spontan menolak dengan alasan tak sesuai dengan karakter Linda yang
dinamis. Alhasil, alternatif furnitur dan elemen interior pun selanjutnya terfokus pada gaya modern yang
simpel, tapi tak berkesan kaku. Untuk sofa di area duduk – area favorit yang sering menjadi tempat tidur
kedua Linda – misalnya, dipilih yang comfortable berwarna merah cerah dengan penambahan bantal-bantal

     Mengingat luas flat yang terbatas, pengoptimala ruang Reza siasati melalui pemanfaatan setiap lekuk
diding menjadi lemari built-in. Aplikasi desain yang menyodorkan satu desain interior minimalis yang terasa
clean.
GAYA MODERN INTERIOR APARTEMEN

WARNA DINDING DINAMIS. Aplikasi desain yang cenderung mengikuti tren interior masa kini tampak
diterapkan juga pada sapuan dinding. “Saya sempat terkejut saat pertama melihat warna hijau dikamar tidur.
Apa nggak bikin silau?” Linda menuturkan kesan pertamanya. 
GAYA MODERN INTERIOR APARTEMEN

Namun, lagi-lagi sang adik berargumen dengan
mengatakan warna tersebut sedang in dan cocok dengan interior modern. Pada dinding lainnya, kakak beradik
ini akhirnya bahkan kompak mengecat bersama dinding itu dengan warna kuning cerha yang dibuat bertekstur.

GAYA MODERN INTERIOR APARTEMEN - BAGIAN 1


Penggemar olahraga sofball Indonesia bisa dipastikan tak asing lagi mendengar nama Linda Wahyudi. Mantan
atlet softball tim nasional (1978-1990) yang kini menekuni karier sebagai penanggungjawab acara olahraga
di layar RCTI.

     Hobi perjalana (travelling) sebenarnya latar utama yang mendorongnya terjun serius ke dunia olahraga dan
broadcasting. “Biar bisa keliling dunia tanpa menggunakan uang orangtua,” demikian ia dulu bercita-cita.
Apalagi berlatar pendidikan Jurusan Komunikasi, FISIP, UI, serta pengalaman menjadi wartawan sebuah
tabloid olahraga selama tujuh tahun, bertambah klop-lah paduan dua dunia itu.
GAYA MODERN INTERIOR APARTEMEN
INTERIOR MINIMALIS. Sejauh manakah spirit dinamika dunia olahraga mempengaruhi interior kediaman
sosok wanita aktif ini? Tak disangka jika di balik tampak depan flat sederhana – bangunan tahun 1960-an
tempat tinggal bagi kalangan yang bekerja di instansi pemerintah –, tersimpan interior modern yang dinamis.

     “Terus terang saja, saya tergantung dengan adik saya – desainer interior Reza Wahyudi – untuk urusan
interior rumah,” ujar Linda yang tinggal bersama sang adik. Saya akui ia seorang advisor yang baik. Dan
kebetulan saya suka dengan gaya desain-nya yang simpel modern, tidak perlu banyak detail hingga tak
berkesan ramai.”tambahnya.

Gereja Pohsarang, Klimaks Sebuah Desa - Bagian Keempat


BERSAHAJA
Secara keseluruhan, materi batu ka mendominas bangunan.  Penggunaan ma­teri ini menciptakan kesan penampilan yang bersahaja dan akrab dengan kondisi alam sekitar.
Sistem penerangan diciptakan sealami mungkin dengan sedikit bukaan berupa tingkap cahaya (skylight) di puncak atap.  Sorotan sorotan sinar ygng masuk dipadu dengan reng-reng dan genteng yang di ek­spos begitu saja, menghasilkan suasana pedesaan yang hangat.  Disertai iringan musik (liturgi) yang menggunakan gamelan dan gending Jawa, suasana inkul turasi begitu menyatu dan membuat "se
 Altar, Gereja Pohsarang, Klimaks Sebuah Desa
Tingkap cahaya di puncak atap meniadi unsur penerang alami baqi terciptanya suasana gereja yang sakral. 
Ornamen altar Vang diukir dengan sangat halus terbuat dari susunan batu bata dengan perekat pasir dan tetes tebu. 
Pemandangan spektakuler dari altar gereja.

Gereja Pohsarang, Klimaks Sebuah Desa - Bagian Ketiga


Bangunan gereja terdiri dari dua bagian yang menyatu dengan dua atap yang terpi­sah.  Bangunan utama yang merupakan ba­gian dari altar dan ruang ibadah mengguna­kan atap perisai dengan puncak atap diberi sentuhan arsitektur Batak plus salib yang ornamentik, sedangkan atap bagian seram­bi merupakan atap pelana sebagaimana umumnya arsitektur Nusantara.  Yang unik dari struktur kedua atap ini adalah diguna­kannya struktur kabel tarik.  Pada atap peri­sai struktur kabel tarik ini menghasilkan ruangan bebas kolom dan bebas kuda-kuda struktur.  Struktur kabel tarik merupakan teknologi modern yang sederhana, tetapi tetap sesuai dengan arsitektur gereja tradi­sional.
Arsitektur altar diinspirasikan dari arsi­tektur bernapaskan Trowuian, yang terbuat dari susunan bata penuh ornamen, dan di­ukir sangat halus oleh penduduk setempat.
Kayu, Gereja Pohsarang, Klimaks Sebuah Desa
Dua prototipe bentuk atap, yaitu atap bangunan tradisional Batak Simalungun dan Batak Toba. 
Atap bangunan Batak Simalungun yang biasa disebut Balai Bolon merupakan atap utama bagian altar. (kanan)

 Ruang umat (ibadah) terdapat di depan altar dengan kondisi ruang yang cukup
luas.  Namun, tidak seperti gereja~gereja pada umumnya yang menggunakan bangku-bangku - ruang umat di sana dibiar­kan kosong. lbadah dilakukan hanya dengan duduk bersila di lantal, Deralas ti­kar.

Gereja Pohsarang, Klimaks Sebuah Desa - Bagian Kedua


BANGUNAN SUCI TRADISIONAL
Arah masuk dapat dicapai dari segala arah dan pintu masuk utama ditandai de ngan gerbang berupa cand bentar.  Seperti layaknya arsitektur H ndu Kunc, sesudah candi bentar terdapat al ng-al ng yang berupa menara lonceng yang tersusur dari batu.  Bangunan gereja terietak di bagia paling atas dan dibatasi oleh dinding bat sebagai batas imaiinasi area gereja.  Perja lanan naik turun dan berkelok-kelok, meru pakan perjalanan prosesi tersendiri.  Prose si yang diilhami dari bagian tata upacara adat Jawa, yang kini menjadi prosesi dari perjalanan menuju persiapan dalam doa.
Hitam Pucuk, Gereja Pohsarang, Klimaks Sebuah DesaHitam Pucuk, Gereja Pohsarang, Klimaks Sebuah Desa

Gereja Pohsarang, Klimaks Sebuah Desa - Bagian Pertama


Gereja tidak lagi berupa bangunan menjulang tinggi ke atas, tetapi lebih berbentuk sebuah "kemah" bebas bentang dengan orientasi melingkar.

Di Sebuah desa di puncak bukit, dekat kota Kediri (Jawa Timur), hadir sebuah gereja kecil yang sangat unik dan kaya akan bentuk maupun makna.  Gereja ini begitu menyatu dengan alam dan masyarakatnya yang ramah, seolah saling melengkapi.  Sulit dibayangkan, bila kedua unsur yang sudah menyatu tersebut dipisahkan.
Hitam, Gereja Pohsarang, Klimaks Sebuah Desa
Gereja Pohsarang dirancang oleh arsi­tek Belanda Mac Laine Pont pada tahun 1936.  Dalam karyanya ini Gereja Pohsarang - ia mencoba menghadirkan suatu karya arbiter yang memadukan kekuatan­kekuatan lokal baik berupa arsitektur, budaya, masyarakat maupun alamnya (memiliki "jiwa tempat"), ke dalam sebuah arsitektur gereja yang unik, fungsional can
inkulturatif (menyerap kebudayaan dan adat istiadat setempat).
Arsitektur gerejanya sendiri merupakan perkembangan dari arsitektur gereja mo­dern.  Gereja tidak lagi berupa bangunan monumental yang menjulang tinggi ke atas (dengan denah berbentuk salib seperti Gereja-Gereja Katedral pada umumnya), tetapi lebih berbentuk sebuah "kemah" bebas bentang dengan orientasi melingkar.  DI samping itu, juga menekan­kan pada komunikasi yang ba k antara pemimpin umat (pastor) dengan umatnya.  Namun, modernisasi gereja Pohsarang bukanlah sesuatu yang dipaksakan karena ia seolah hadir begitu saja secara wajar

Desain Rumah Sculpture 3 (Denah dengan Dua Aksis)


Desain Rumah Sculpture
DENAH DENGAN DUA AKSIS
Denah terdiri dua aksis yang digeser dengan suatu titik as, dan di sela-sela rotasi akan dimanfaatkan untuk berbagai macam potensi seperti penghadiran efek tingkap cahaya (skylight) dan efek perspektif.  Beton melengkung akan dibuat di ujung teras belakang untuk menyatakan pene­kanan rumah yang pada bagian belakang dimanfaatkan sepenuhnya sebagai potensi pemandangan.
Desain Rumah Sculpture
Penekanan bentuk lengkung tersebut dimaksudkan sebagai upaya mengurangi sikap bangunan yang pada bagian depan­nya diblok, tetapi pada bagian belakang dibuka hampir total.  Transparansi yang di­harapkan adalah luas bangunan yang relatif kecil bersatu dengan alam yang begitu besar, sehingga kesan rumah akan lebih besar dari aslinya.  Rencana atap berupa atap datar dengan materi beton dan bebe­rapa tingkap cahaya yang bisa menghasil­kan bayangan berubah-ubah terhadap dinding, sepanjang hari.  O(ML)

Rumah Country Beragam Gaya - Bagian Kedua

Meja Coklat, Rumah Country Beragam Gaya

 "Yang penting, rumah tidak hanya bagus untuk dinikmati, tetapi juga nyaman untuk ditinggali," jetas Win mengenai rumahnya.

Ruang keda - biasa digunakan sebagai ruang belaiar anak - yang berseberangan dengan ruang tamu, dilengkapi dengan kursi dan kaki meja antik dengan daun meja dari keramik Pesamuan. Gaya etnik dipilih sebagai tema penataan ruang keluarga yang teletak lebih tinggi dari area makan den area penanggah.  Ruang makan yang merupakan pusat dari area publik tampil unik dengan meja berkaki batu berukir. Salah satu sudut ruang makan yang terbuka langsung ke area penanggah. Penanggah bergaya modern yang didominasi wama hitam merupakan tempat semiprivat keluarga. 

Rumah bertingkat bergaya country ini memiliki interior yang unik, setiap ruangan mempunyai tema dan pengaturan yang berbeda.

Blue Print Rumah Country
PERBEDAAN TEMA RUANG
Kesenangan pemilik terhadap interior dan hobi mengoleksi barang dari berbagai dierah dan negara, menjadikan rumah bertingkat ini memiliki interior yang unik. Setiap ruangan mempunyai tema dan pengaturan yang berbeda.  "Kami sengaja menata setiap ruang dengan tema yang berbeda agar tidak membosankan," jelas Win yang mengatur sendiri interior rumahnya.
Meja Makan Kaca Rumah Country
Penataan furnitur bergaya Thailand dengan kain pelapis berwarna keemasan. Ruang tidur tamu bergaya klasik tampil semarak dengan pemilihan pelapis dinding berborder motif bunga yang sama dengan penutup tempat tidur. menjadikan ruang tamu yang mungil terlihat nyaman.  Obsesi Win memiliki ruang bergaya klasik murni Prancis dari zaman Marie Antoinette - merupakan favorit - akhirnya dapat diwujudkan pada ruang tidur utama dan pada ruang tidur tamu yang bergaya klasik.  Koleksi benda­-benda etnik dari berbagai daerah yang ditata memenuhi ruang keluarga, memberikan nuansa etnik yang hangat, sedangkan nuansa modern terlihat mendominasi ruang makan dan penanggah.
Dapur Rumah CountryRuang Makan Rumah Country
Keinginan Win untuk memiliki rumah dengan interior yang spesifik dan unik, menyebabkan furnitur dan perangkat interior serta pernik-pernik di rumah ini bervariasi bentuk dan modelnya.  Pengisian interior rumah dilakukan secara bertahap sejalan dengan pencarian barang yang diinginkan.
Kamar Tidur Rumah Country
Dengan mengetahui secara tepat apa yang diinginkan dan disertai dengan perencanaan yang matang maka hunian yang sesuai dengan kebutuhan dan gaya hidup dapat terwujud.

Rumah Country Beragam Gaya - Bagian Pertama

Berpegang pada prinsip pentingnya kenyamanan di tempat tinggal, Win Setiawan mendesain rumah sesuai dengan gaya hidup dan kebutuhan keluarga.  "Yang penting, rumah tidak hanya bagus untuk dinikmati, tetapi juga nyaman untuk ditinggali," jelas Win mengenai rumahnya.  Rumah kedua milik pasangan Win dan Grace, dibangun dari awal dan hanya menghabiskan waktu dua bulan dalam perancangan dan sembilan bulan dalam pembangunan.
Latar belakang Win yang sempat bersekolah di jurusan arsitek serta pengalaman kerja selama 20 tahun di bidang perumahan, sangat membantu dalam merancang sendiri rumah beserta interior.  Keinginan dan kesenangan pemilik terhadap banyak hal menyebabkan interior dan desain rumahnya merujuk tidak hanya pada satu gaya.  Hal ini bahkan menambah keindahan dan keunikan rumah Win karena seluruh perencanaan telah dipikirkan secara matang.
Tumbuhan, Rumah Country Beragam GayaTanaman, Rumah Country Beragam Gaya
LAHAN BERKONTUR
Rumah bertingkat yang terietak di sudut jalan di atas lahan berkontur, pada sisi depan lebih tinggi 1,5 meter dari jalan, sedangkan pada sisi samping yang juga merupakan bagian dari ruang bawah tanah, mempunyai tinggi yang sama dengan jalan.  Kejelian pemilik dalam memanfaatkan lahan berkontur menghasilkan rumah berlantai empat yang berluas bangunan 400 m2 dan berluas tanah 280 m2.
Meja Makan Rumah Country
Griya bertingkat bergaya Country ini memiliki pembagian ruangan yang semakin ke atas semakin bersifat pribadi.  Area servis dan ruang serbaguna ditempatkan di ruang bawah tanah (basement) yang juga terletak tepat di bawah garasi.  Pemilik melakukan penggalian tambahan sedalam tiga meter untuk ruang bawah tanah.  Lantai satu merupakan area publik, sedangkan area pribadi - kamar utama, kamar tidur anak dan kamar tamu ­ditempatkan di lantai dua.  Ruangan kosong di bawah atap dipakai sebagai area santai dan bermain anak.  Dengan demikian, pemilik rumah memanfaatkan setiap jengkal ruang yang ada.
Keinginan pemilik untuk membaur dengan kehidupan di luar rumah menyebabkan ia berusaha agar rumahnya tampil lebih transparan. lde transparan ini tampak dari penggunaan kaea jendela dari stained glass terutama di area tangga dan ruang makan.
Griya bertingkat empat di sudut jalan tampil hangat dengan gaya country dan penerapan lis kayu sebagai detail pada dinding, mengadaptasi pada bangunan gaya Eropa. Anak tangga bermateri batu bala menuju pintu masuk utama griya. Kesan teduh dan alami terasa dengan adanya tanaman pakis yang ditempatkan di kedua sisi area masuk yang dilatar belakangi dinding batu marmer.