Tampilkan postingan dengan label kayu solo. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kayu solo. Tampilkan semua postingan

Taman Penghias dan Pengarah Jalan - Bag.2



Taman Penghias dan Pengarah Jalan
AKSEN TINGGI RENDAH
Taman belakang yang dikelilingi dinding tinggi beriapis batu kali/tempel menampilkan nuansa alami dari taman tropis.  Upaya pemilik memperhalus kesan baku yang ditimbulkan oleh dinding batu tersebut diwujudkan dari penataan tanaman beraksen tinggi rendah.  Palem jepang yang diatur berjajar dengan ketinggian berselang-seling dengan pisang­pisangan (Helliconia sp) - tanaman favorit pemi 1 - menciptakan irama naik turun yang harmonis dan menyamarkan kesan "dingin" dinding batu.
Kreativitas dalam memanfaatkan lahan yang lebih tinggi dari jalan, penerapan taman pengarah jalan, serta komposisi tinggi rendah tanaman dapat menjadikan sebuah taman tampil indah. 

Mengembangakan Tipe 65 yang Cantik - Bagian Keempat - Lahan untuk Taman

Ruang Santai Tipe 65.
LAHAN UNTUK TAMAN
Meskipun di bagian belakang m terdapat sisa lahan, keberadaannya dipertahankan untuk menghadirkan unsur alami yang ditata menyatu dengan sosok bangunan.  Unsur penyejuk seperti taman dan kolam amat diperhitungkan dalam proses renovasi.  Selain kolam yang melewati kolong teras depan, upaya mendekatkan sosok bangunan dengan alam ditemui pada teras belakang yang lengkungan lantainya berusa ha melebur ke taman.  Dengan demikian, suasana hangat yang terpantul dari langit-langit kayu serta lantai keramik krem kecokelatan tampak lebih kasual.
Minimalis Rumah Tipe 65.
Dengan cermat Mommy dan Rieke telah memanfaatkan lahan terbatas yang ada.  Peluang menambah ruang ke atas yang diberikan pihak pengembang memang menjadi salah satu keuntungan yang mempermudah proses renovasi.  Lebih dari itu, langkah renovasi, menghasilkan bangunan yang padu, fungsional, serta memiliki prioritas.  Lahan yang terbatas pun tidak perlu dihabiskan untuk menciptakan ruang.  Dengan demikian, alangkah baiknya menyiasati penambahan-penambahan ruang tanpa harus menghabiskan lahan bagi paru-paru atau taman di rumah kita.  C(HN)
Ruang Keluarga Rumah Tipe 65.
Nuansa dinding yang berbeda menjadi penanda baqi perpindahan ruang yang terietak saling berdekatan.

Mengembangakan Tipe 65 yang Cantik - Bagian Ketiga

Ruang Tamu Rumah Tipe 65.
MEMBEDAKAN NUANSA RUANG
Warna-warna pudar yang mendominasi ruang-ruang dalam diperoleh dengan berbagai teknik pengecatan.  Di area keluarga yang bernuansa abu-abu Mezanin di dalam kamar tidur anak merupakan hasil renovasi pemanfaatan ruang atas dan konstruksi atap yang ada. Kursi wrought iron dengan pelapis strip semarak mengisi teres belakang yang berfungsi sebagai area serbaguna.  Untuk mendepatkan ruang keluarga yang menghadap ke arah taman belakang, seluruh area servis dipusatkan di bagian samping dan lantai dua rumah dindingnya disapu dengan teknik lap basah (french wash) yang menghasilkan tekstur lembut.  Teknik ini dipakai pula untuk mewarnai dinding kamar tidur anak yang bernuansa biru di area mezanin, serta kuning dan terakota di lantai bawahnya.
BluePrint Rumah Tipe 65.
Nuansa dinding yang berbeda menjadi penanda bagi perpindahan ruang yang terletak saling berdekatan.  Perbedaan nuansa tampak jelas pada area keluarga  yang hampir menyatu dengan area makan. Namun demikian, pilihan warna tersebut tidak menimbulkan kesan sempit. Apalagi, perangkat furnitur  kayu yang melengkapi ruangan dipilih yang bernuansa lembut dan pudar.
Ruang Makan Rumah Tipe 65.

Rumah Antik Pak Budiman - Bagian Kedua - Obsesi Rumah Modern


Loro Blonyo di atas peti -  Rumah Antik Budiman

OBSESI RUMAH MODERN

Saat ini Budiman memang membatasi penanganan desain rumah tinggal. la mengaku merasa lebih sulit memenuhi kebutuhan si pemilik karena menurutnya, "Membuat rumah itu seperti membuat sarung tangan, harus pas.  Sementara, mendesain bangunan untuk umum lebih menawarkan kebebasan karena kalangan pemakainya jauh lebih luas."
Desain modern yang menyesuaikan lingkungan memang menjadi trade mark karya-karya Budiman.  Untuk tempat tinggal, ia pun kini tengah menginginkan rumah lain dengan penerapan unsur modern secara total.  "Koleksi antik saya yang ada sekarang tidak mungkin dipadukan dengan arsitektur modern," katanya.  " Unsur modern akan bertabrakan dengan perabot etnik klasik, tapi lain hainya jika perabot tersebut bergaya primitif, tentu akan menarik." Sampai kini, rumah dengan totalitas desain bergaya modern memang masih menjadi obsesi Budiman.  Gambaran detail wujudnya, hanya ia yang tahu. 

" Membuat rumah itu seperti membuat sarung tangan, harus pas.  Somentara, mondesain bangunan untuk umum lebih menawarkan kebebasan karena kalangan pemakainya jauh lebih luas."

bekerja di Melbourne menjadi bekal dalam menangani sendiri proyek-proyek DCM Melbourne di Indonesia yang kemudian bernaung di bawah nama PT Duta Cermat Mandiri.  Berbagai penghargaan bahkan berhasil diraih, seperti Tattlers Award 101 Best Hotel in the World untuk Tugu Park Hotel yang diadakan tahun 1995.  "Kelebihan DCM di mana pun, seperti juga menjadi prinsip saya, adalah selalu mencari sesuatu yang baru.  Meskipun fungsi tetap nomor satu, selebihnya bangunan harus dapat memberi sesuatu kepada masyarakat karena arsitektur mempunyai tanggung jawab untuk dapat berdialog dengan lingkungan dan pemakai", demikian paparnya serius.

Gaya hidup, kesenangan, dan keinginan pemilik untuk memiliki tempat tinggal Vang nyaman dan sesuai kebutuhan dapat terpancar dari perencanaan dan penataan sebuah griya.

Rumah Antik Pak Budiman - Bagian Pertama


Rumah Antik Pak Budiman - Bagian Pertama

Bersama sang isteri, Budiman mulai mengembangkan bobinya berburu barang antik yang kebanyakan ia beli di Malang, kota kelahirannya dalam mewujudkan kediamannya.

Upaya mengurangi kemasifan sosok rumah berlantai dua yang selesai tahun 1987, dilakukan dengan menghadirkan tiga kuncup ruang menyerupai miniatur rumah-rumah Jawa di dak lantai atas.  Bentuk-­bentuk tersebut tampak bersesuaian dengan koleksi antik yang ada.  Lebih dari itu, eksperimentasi unsur tradisional dalam unian masa kini mampu memenuhi tuntutan Budiman yang seialu memperhatikan keadaan lingkungan.

PENGEMBARAAN DI AUSTRALIA

Setamat dari SMA St. Albertus, Malang, tahun 1972, Budiman muda mengikuti jejak kakaknya yang telah lebih dahulu meneruskan kuliah di Melbourne, Australia.  Pada saat itu, jurusan arsitektur belum meniadi pilihannya yang semula berpeluang meniadi dokter.  Baru saat berkecimpung dalam Perhimpunan Pelajar Indonesia di Australia, minatnya terhadap arsitektur tumbuh karena para aktifis di situ kebanyakan berasal dari jurusan tersebut.
Prestasi dan ide segar Budiman saat belajar di University of Melbourne, tendorong salah seorang pengajar yaitu Prof.  Hugh O'Neill - pakar bangunan mesjid seluruh Indonesia - untuk mempromosikannya bekeria di biro arsitektur Denton Corker Marshall Pty.  Ltd. (DCM) yang terkenal di sana.  John Denton, Bill Corker, dan Barry Marshall yang juga pernah menjadi anak didik Prof.  O'Neill adaiah pendiri perusahaan tersebut.  Kesem­patan ini tentu saja tidak disia-siakan oleh Budiman yang lulus dengan gelar Bachelor of Architecture with Honours tahun 1981. Saat kembali ke Indonesia tahun 1982, Budiman membentuk rumah tangga bersama Lyd'ia vang sampai kini telah memberi putra~putri bernama Julian Sander dan Jessica Sandrina.  Pengalaman tanggung jawab untuk dapat berdialog, dengan lingkungan dan pemakai," demikian paparnya serius.