Tampilkan postingan dengan label 134 meter. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label 134 meter. Tampilkan semua postingan

APARTEMEN 134 METER PERSEGI - (4) RUANG TIDUR UTAMA


RUANG TIDUR UTAMA (4 x 6 meter)
Pada ruang ini terlihat kreativitas Budiarsan dalam memajukan posisi bukaan dinding hingga dapat menggunakan pintu sorong sebagai pembatas area ini dengan area duduk. Selain itu, kepiawaian desain tampak pula pada pemanfaatan bidang cekung sebagai rak.

     Keinginan menciptakan kesan berbeda -- sekaligus tidak membosankan -- dengan area publik diekspresikan melalui penggantian warna dinding yang semula putih dengan pemasangan dua motif penutup dinding (wallpaper) yang kedap air. Di tengah nuansa dinding ini, interior bergaya Eropa-Amerika antaralain diekspresikan melalui penataan tempat tidur bergaya Queen Anne.

APARTEMEN 134 METER PERSEGI - (3) AREA DUDUK


AREA DUDUK (6 X 4 meter)
Di area inilah gagasan sebuah ruang multifungsional diterapkan. Dikarenakan luas ruang tidur anak -- bersebelahan dengan area duduk -- tidak mencukupi untuk dua orang putra, maka dilakukan pertukaran fungsi ruang tidur anak menjadi ruang tidur utama. Sebaliknya, untuk memperluas space kamar tidur utama, dinding pembatas dengan area duduk dibongkar, dan sebagai pembatas area diberi pintu sorong (sliding door). Sementara itu, area duduk dan area masuk yang semula menyatu kini dirancang berpintu sorong pula.
AREA DUDUK APARTEMEN 134 METER PERSEGI
     Keunikan desain area duduk ini terletak pada perbedaan fungsinya di malam dan siang hari. Di malam hari, pintu sorong yang menghubungkan ruang tidur utama dan area duduk dibiarkan terbuka -- sementara pintu sorong yang membatasi area duduk dan area masuk ditutup -- hingga kedua area tersebut menjadi area privat. Sebaliknya, di siang hari, pintu sorong yang menghubungkan kamar tidur utama dengan area duduk ditutup -- sementara pintu sorong yang membatasi area duduk dan area masuk (foyer) dibuka -- sehingga area duduk kembali berfungsi sebagai area publik. Selain itu, untuk memenuhi kebutuhan teknis home theatre, area duduk dirancang kedap suara dan dibuat layar khusus.

     mengikuti penataan ruang yang berkonsep multifungsional, furnitur bergaya klasik -- seperti sofa love seat dan wingchair -- di area ini juga berfungsi ganda. Dengan desain reclyning, sofa tersebut dapat dimanfaatkan baik untuk bersantai maupun di kesempatan resmi.

APARTEMEN 134 METER PERSEGI (2) - RUANG MAKAN

    AREA MAKAN (4,5 x 5 meter)
Untuk menyiasati area makan yang menyempit karena dimanfaatkan sekitar satu meter untuk penambahan ruang walk in closet, maka area makan dan area penanggah didesain menyatu dengan cara membongkar dinding pembatasnya. Sementara itu, seperti halnya area publik lainnya, cat dinding yang awalnya berwarna putih diganti dengan cat warna kuning yang kedap air.

RUANG MAKAN APARTEMEN 134 METER PERSEGI
      Di area ini, meja dan kursi makan serta lemari tempat mendisplai pernik-pernik bermateri kaca yang bernuansa sama -- cherry --, tampak serasi dengan paduan credenza bermateri kayu oak.
RUANG MAKAN APARTEMEN 134 METER PERSEGI

APARTEMEN 134 METER PERSEGI - BAGIAN PERTAMA


     Ketika Budiarsan Tek, seorang pengusaha di bisnis furnitur, memutuskan menjadikan apartemen sebagai kediaman, ia pun tertarik pada sebuah apartemen di kawasan Jakarta Selatan. Meski hanya berluas 134 meter persegi, ia melihat nilai lebih pembagian ruang apartemen ini yang fleksibel untuk di ubah sesuai kebutuhannya.
APARTEMEN 134 METER PERSEGI
     Mengingat space apartemen yang terbatas, perencanaan penataan atak matang menjadi hal utama yang ia perhatikan. Hasilnya, sebuah inovasi desain ruang yang multifungsional dan segi praktis pun teraplikasi optimal, sesuai bagi kebutuhan keluarga kecil. Satu bukti gagasan cemerlang sang pemilik apartemen tersebut dapat dilihat pada area duduk yang juga berfungsi sebagai area home theatre, dan sekaligus dapat pula menjadi ruang tidur utama di malam hari.

     Selaras dengan jalur bisinis pemilik apartemen di bidang furnitur, penatan furnitur yang dominan bersentuhan klasik -- Queen Anne -- rupanya juga sengaja dipilih. Namun, tetap berdesain simpel dan ringan karena sisesuaikan dengan space apartemen yang terbatas.